Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Instansi Pemerintah Masih Tertutup



Reporter:    /  @ 01:39:41  /  20 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Instansi milik pemerintah di Provinsi Jawa Tengah dinilai masih tertutup. Tingkat keterbukaan informasi dari instansi-intansi tersebut sebagai lembaga publik masih rendah, dan kurang transparan.

Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jateng Nur Fuad mengungkapkan perlu adanya upaya khusus, untuk meningkatkan kesadaran keterbukaan informasi dari lembaga publik.

”Mayoritas lembaga-lembaga publik di Jateng belum transparan, terkait dengan keterbukaan informasi publik. Padahal hal itu telah dijamin oleh undang-undang,” katanya dikutip Antara.

Menurut dia, hal itu terungkap berdasarkan aduan sengketa informasi publik yang disampaikan masyarakat kepada KIP Jateng. Pada periode Januari-September 2014 muncul sebanyak 93 kasus.

”Dari puluhan aduan itu, rata-rata mempermasalahkan laporan keuangan instansi pemerintah. Sebanyak 78 kasus sudah kami tindak lanjuti, atau diputuskan,” ujarnya.

Ia mengakui, lembaga-lembaga publik sering menutup informasi kepada masyarakat. Terutama yang bersifat sensitif, seperti anggaran dan laporan keuangan.

”Mayoritas lembaga publik di Jateng hanya menampilkan anggaran yang digunakan dan laporan keuangan secara global. Sehingga masyarakat tidak bisa mengakses secara detail,” terangnya.

Hanya beberapa pemerintah kabupaten/kota, kata dia, yang secara representatif cukup dalam memberikan keterbukaan informasi publik. Kurangnya keterbukaan informasi publik itu, mengakibatkan banyak masyarakat yang mengalami hambatan jika ingin mengakses informasi.

”Padahal dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, telah detail dijelaskan bahwa badan publik untuk tidak ragu-ragu lagi untuk terbuka informasi yang ada, kepada masyarakat,” paparnya. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →