Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Museum Gong Perdamaian Dunia Belum Banyak Diketahui Wisatawan Domestik



Reporter:    /  @ 01:29:18  /  20 Oktober 2014

    Print       Email

Retno (26) sedang berada di ruang pusat informasi dunia di Museum Gong Perdamaian Dunia, yang terdapat foto-foto kegiatan Presiden Perdamaian Dunia Djuyoto Suntani di berbagai negara. (KOMA / Titis Ayu)

Plajan adalah salah satu desa di Kecamatan Pakis Aji, Jepara. Desa Plajan berada di sebelah timur ibu kota kabupaten yang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Pakis Aji, dengan jarak tempuh dari ibu Kota Kecamatan kurang lebih 5 Km dan dari Ibu Kota Kabupaten kurang lebih 22 Km. Dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi sekitar 30 menit.

Desa Plajan memang terkenal dengan sebutan desa wisata. Karena sedikitnya ada 13 tempat wisata di sana. Salah satunya yang sudah mendunia adalah museum Gong Perdamaian Dunia. Gong berukuran dua meter (2 m) dan memiliki berat 180 kg itu, berbahan campuran logam dan emas. Meski sudah mendunia, namun masih sangat jarang masyarakat umum yang mengetahui keberadaan museum tersebut.

Seperti salah satu pengunjung asal Kudus Retno Wahyuningsih (26), yang mengetahui keberadaan museum dari seorang temannya. Ia mengutarakan, setelah diberi kabar teman ia pun langsung mencari informasi lebih lanjut lewat internet. 

”Saya takjub, karena di desa yang cukup jauh dari pusat kota ada sebuah gong yang sudah dikenal di seluruh dunia. Saya pun tak mau kalah, untuk segera melihatnya,” katanya.

Ia mengatakan, sempat merasa kebingungan untuk menuju ke Kecamatan Pakis Aji, karena tidak ada petunjuk jalan. Sehingga ia harus sering bertanya ke beberapa orang di jalan. 

”Tapi jika sudah memasuki Kecamatan Pakis Aji, jalannya mudah mengikuti jalan utama saja. Nanti sudah ada plang penunjuk arah Desa Plajan yang terdapat Gong Perdamaian Dunia,” ungkapnya.

Setelah sampai di lokasi museum pun, Retno langsung disambut oleh penjaga sekaligus penanggung jawab museum Arifin, untuk membayar tiket masuk sebesar Rp 2 ribu. Saat memasuki area museum, Retno mengatakan suasana cukup sepi dan rindang. Karena banyak ragam pohon di tanam di area.

”Di area museum yang cukup luas itu, terkesan seperti taman. Tempatnya rindang, banyak pohon dan aneka tanaman. Dan sangat sepi pengunjung,” ujarnya.

Retno yang hobi jalan-jalan itu mengatakan, sangat disayangkan tempat yang sarat sejarah ini masih belum banyak diketahui masyarakat. Apalagi tema yang diusung adalah tentang perdamaian, yang pastinya sangat penting untuk dikenalkan kepada anak-anak usia dini. Tempatnya yang cukup jauh, setidaknya bisa memberikan pemandangan yang indah, juga ada nilai yang bisa diambil lebih banyak dari keberadaan museum ini. Sehingga jika museum bisa dikemas lebih menarik lagi, pengunjung tidak akan enggan untuk kembali ke sini.

”Pesannya untuk pengelola, agar promosi lebih ditingkatkan. Untuk bendera-benderanya sebaiknya ada peremajaan secara berkala. Jadi pengunjung juga bisa mengenali semua bendera di dunia lewat museum ini,” pungkasnya. (Titis Ayu)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →