Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Persijap Manfaatkan Kompetisi Usia Muda



Reporter:    /  @ 01:14:22  /  20 Oktober 2014

    Print       Email

Pemain mud Jepara bersiap melakukan latihan untuk mengikuti kompetisi lokal, di Stadion Kamal Junaidi, Jepara. (KORAN MURIA)

JEPARA – Meskipun persiapan menuju kompetisi Divisi Utama musim depan belum dimulai secara formal, namun sudah semestinya Persijap mulai mempersiapkan gambaran tim untuk menghadapi kompetisi musim depan.

Salah satu cara agar Persijap tak kewalahan dalam membentuk komposisi pemain nantinya adalah dengan memanfaatkan kompetisi lokal yang ada. Terlebih saat ini Persatuan Sepakola Seluruh Indonesia (PSSI) Jepara tengah menggelar kompetisi U-20.

Ketua kompetisi PSSI U-20 Jepara, Buda Santoso mengatakan, tahun ini pihaknya menggelar kompetisi sejak bulan September lalu. Diperkirakan akan selesai pada akhir November. Kepesertaan tim yang ada juga sangat banyak.

”Ada banyak tim yang ikut, kami bagi dalam tiga Divisi. Di Divisi I ada 19 tim, Divisi II ada 17 tim dan Divisi III ada 27 tim,” kata Budi kepada Koran Muria, kemarin.

Menurutnya, Persijap bisa saja memanfaatkan kompetisi tersebut untuk menjaring atau melihat potensi-potensi pemain muda lokal yang memiliki bakat sepak bola tinggi. Sebab, selama ini pihaknya menilai banyak pemain U-20 berkualitas.

”Kalau Persijap nantinya berminat kan dapat melakukan negosisasi dengan tim yang bersangkutan,” kata Budi.

Hal senada juga dikatakan Ketua PSSI Jepara, Ahmad Rifai. Menurutnya, kualitas pemain lokal yang ikut dalam kompetisi PSSI maupun pertandingan antarkampung (tarkam) juga ada yang sejajar. Bahkan tidak menutup kemungkinan lebih baik dari pemain di tim lain yang berlaga di Divisi Utama.

”Secara kualitas, pemain lokal Jepara tidak kalah dari pemain di tim Divisi Utama,” ujar Rifai.

Menurutnya, memang tidak semua pemain lokal Jepara sebaik di tim Divisi Utama. Tapi ada beberapa yang memiliki kualitas rata-rata. Sehingga, kata dia, lebih baik manajemen Persijap mempersiapkan tim untuk Divisi Utama dengan mengisi komposisi pemain lokal saja.

”Kalau ada yang baik dari pemain lokal, tidak usah ambil dari luar kan,” ucapnya.

Untuk mendapatkan kompisisi pemain lokal yang baik, manajemen harus bersedia terjun ke daerah-daerah yang menggelar kompetisi tarkam. Agar dapat secara langsung melihat kualitas pemain. ”Kalau perlu, memang langsung terjun ke daerah-daerah di Jepara. Atau melakukan seleksi terbuka dan bebas. Diikuti oleh semua pemain yang ada di Jepara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama ini dari hasil pengamatannya melalui berbagai kompetisi yang digelar oleh PSSI Jepara. Salah satunya sejumlah kompetisi usia muda seperti kompetisi U-18. Ia melihat potensi pemain muda Jepara cukup dapat diandalkan.

”Buktinya, dalam kompetisi tingkat provinsi dan nasional di usia muda, dalam sejarah sepakbola Jepara, pernah beberapa kali masuk dalam tim terkuat,” imbuhnya. ( Wahyu KZ / Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →