Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

NPC Kudus Optimistis Rani Berjaya di Korea



Reporter:    /  @ 01:05:01  /  20 Oktober 2014

    Print       Email

Atlet angkat berat difabel bertanding dalam sebuah kejuaraan bergengsi. NPC Kudus berharap perwakilan atletnya bisa meraih prestasi di Asian Paragames di Incheon, Korea Selatan.

KUDUS – Pengkab NPC Kudus optimistis jika perwakilan atletnya, Rani Puji Astuti akan berjaya di Incheon, Korea Selatan. Rani menjadi salah satu atlet Indonesia asal Kudus yang saat ini masih berlaga di Asian Para Games (APG) 2014, 18-24 Oktober.

Rani masuk dalam tim angkat berat NPC Indonesia yang terdiri atas enam orang atlet. Mereka adalah Rani Puji Astuti yang bakal bersaing di kelas 65 kg, Rahayu (67 kg), serta dua paralimpian yang bernama sama yakni Ni Nengah Widiasih di kelas 41 kg dan Ni Nengah Widiasih kelas 79 kg. Dua atlet lainnya akan beradu ketangguhan di kelompok putra, yakni Anto Boy (80 kg) dan Heru Paryono (97 kg).

Mereka berambisi merebut medali emas dari APG 2014. Mereka bertekad untuk mewujudkan ambisi tersebut. Para atlet itu mengusung keyakinan tinggi guna memburu gelar juara pada pesta olahraga difabel yang diikuti 43 negara Asia tersebut. 

Ketua Pengkab NPC Kudus Sugiarto mengatakan, Rani merupakan atlet bagus. Karenanya dalam momen olahraga internasioanal itu, Rani berpeluang meraih hasil bagus. ”Harapannya sih menjadi yang terbaik,” kata Sugiarto melalui pesan singkat kepada Koran Muria, kemarin.

Sebelumnya, Rani bersama anggota tim mengikuti Pelatnas selama sekitar tiga bulan di Solo. Menjadi bekal terakhirnya. Lebih-lebih sebelumnya dia telah menjalani latihan rutin, sejak persiapan menghadapi kejuaraan angkat berat difabel. Pengkab NPC Kudus merasa bangga. ”Yang jelas, ini kebanggan luar biasa Kudus. Karena bisa ikut menyertakan perwakilan di Korea Selatan,” kata Sugiarto.

Rani berangkat ke Incheon pada 14 Oktober bersama 14 orang atlet lain yang berasal dari Jawa Tengah. Dia berharap, Rani yang juga warga Jekulo, bisa meraih medali seperti di kompetisi SEA GAMES di Myanmar 2013 lalu. 

Menurutnya, Rani meraih medali perak saat di SEA GAMES. Dia menuturkan, keikutsertaan Rani di Korsel tidak lepas dari prestasinya di SEA GAMES Myanmar. Seingatnya, Rani mulai dipanggil Pelatnas pada Juli 2014. Kemudian, Rani mulai melakukan latihan rutin. 

Rani biasanya melakukan latihan ringan di Kudus. Sedangkan untuk latihan berat, dia melakukannya di Solo. Lantaran di Kudus belum memiliki fasilitas yang memadai. 

Keikutsertaan Rani diharapkan menjadi pemacu NPC Kudus untuk terus menghasilkan atlet bagus. Selain juga, menjadikan pemerintah daerah setempat untuk lebih memerhatikan atlet NPC.

Dari catatan NPC Kudus, mereka kerap meraih prestasi gemilang. Seperti halnya saat Porprov 2013 NPC di Solo. Kudus berhasil meraih 12 medali. Dengan rincian, dua medali emas, empat perak, dan enam perunggu. 

”Kami kerap mengikutsertakan atlet dalam setiap kejuaraan. Sebagian besar mampu meraih prestasi,” ujar Sugiarto. (Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →