Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Giliran Perahu BPBD Kudus Jadi Kasus Baru



Reporter:    /  @ 03:33:50  /  18 Oktober 2014

    Print       Email

Inilah perahu sekoci yang sekarang sedang diselidiki Kejari Kudus karena diduga terdapat penyelewengan dalam pengadaannya. Saat ini, perahu tersebut teronggok di tempat parkir di kantor Pemkab Kudus. (KOMA / Siti Merie)

KUDUS – Badai ”bencana” rupanya masih belum mau beranjak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus. Lembaga ini, rupanya masih diincar untuk sebuah kasus baru, yang melibatkan pengadaan sebuah perahu.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus terbukti masih memiliki satu kasus lagi, yang sedang dalam tahap penyelidikan. Bahkan, kali ini kasusnya melibatkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng), yang memang memerintahkan secara khusus untuk melakukan penyelidikan atas kasus ini.

Kasus yang sedang ditangani oleh tim khusus dari Kejari Kudus tersebut, adalah dugaan penyelewengan dalam pengadaan perahu sekoci. Perahu yang diperuntukkan bagi penanganan korban bencana banjir, yang memang setiap tahunnya terjadi di Kudus.

”Memang kita akui, kita sedang menyelidiki kasus itu. Kita juga sudah membentuk tim, yang terdiri dari empat orang untuk penyelidikan kasusnya. Sampai sekarang masih berjalan,” terang Kepala Kejari Kudus Amran Lakoni, kemarin (17/10).

Penyelidikan kasus ini, menurut Amran, berawal dari laporan masyarakat yang masuk ke Kejati Jateng dan Kejari Kudus. Karena itu, pihaknya kemudian diminta untuk menyelidiki kasus ini oleh pihak Kejati. ”Sebagai institusi hukum, kita ya harus bekerja melakukan penyelidikan. Itu sudah tugas kita,” katanya.

Bahkan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan dalam hal ini. hanya saja, jumlah saksi tersebut masih akan terus bertambah, mengingat materi penyelidikan yang memang harus mendetail. Sayangnya, soal di manakah letak dugaan penyelewengan dalam kasus ini, Amran enggan menjabarkannya. ”Kita dalami dululah, ya,” terangnya.

Hanya, Amran mau menjelaskan jika pengadaan kapal sekoci tersebut, dilakukan pada tahun 2011, dengan anggaran dari APBD Kudus senilai Rp 130,8 juta. Diduga kuat, terjadi ketidaksesuaian antara harga dengan spesifikasi barang. ”Tapi untuk jelasnya apa yang diselewengkan, masih dalam penyelidikan kami. Entah korupsi dana, spesifikasi barang yang tidak sesuai, atau lainnya, masih kami selidiki,” jelasnya.

Penyelidikan ini sendiri, lanjut Amran, sudah dimulai beberapa waktu yang lalu. Untuk menemukan kepastian bentuk penyelewengan, pihaknya juga akan memanggil sejumlah pejabat di lingkungan BPBD Kudus untuk dimintai keterangan. ”Kita akan memanggil sejumlah pejabat untuk kita mintai keterangan. Kalau ditemukan penyelewengan, maka akan kita lanjutkan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang ada, pengadaan perahu sekoci tersebut, sebenarnya dilakukan pada tahun 2010 lalu. Saat itu, proyek tersebut masih berada di bawah Kantor Kesbangpollinmas. Belum ada lembaga BPBD sebagaimana sekarang ini. 

Adanya bencana banjir yang terus menerus melanda kawasan Kudus, membuat Kesbangpollinmas mengadakan proyek pengadaan perahu sekoci. Terutama untuk mengatasi dan membantu pengungsi yang wilayahnya terkena banjir. 

Hanya saja, dalam perkembangannya, spesifikasi perahu itu tidaklah sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam rancangan proyek. Misalnya saja untuk kekuatan mesin perahu, tidak sesuai dengan rencana. Alias lebih rendah dari perencanaan. Bahkan, saat diuji coba, perahu malah tidak bisa lurus alias miring. Padahal, disebut-sebut jika perahu itu, mampu melaju di perairan dengan kedalaman mencapai 5 meter. Sehingga yang terjadi, perahu tersebut malah tidak bisa digunakan dan kemudian mangkrak.

Saat ini, perahu sekoci yang dipermasalahkan itu, masih bisa dilihat di lokasi parkir kendaraan yang ada di samping Kantor BPBD Kudus. Di sana, perahu berwarna oranye itu, teronggok begitu saja dengan disangga oleh beberapa penyangga besi. Bersama dengan kendaraan-kendaraan dinas lainnya yang sering parkir di lokasi tersebut. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →