Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Pedagang Pasar Ngabul Lama Mengadu ke Lakpesdam NU



Reporter:    /  @ 02:58:03  /  18 Oktober 2014

    Print       Email

JEPARA – Paguyuban pedagang pasar Ngabul Lama, tetap menolak dipindah ke pasar yang baru. Bahkan, mereka mengadukan persoalan tersebut ke Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdhatul Ulama (NU), Jumat (17/10). Menurut mereka, tenggat waktu yang diberikan pemkab hingga Kamis pekan depan, dianggap tidak memerhatikan nasib para pedagang.

Ketua paguyuban Sugiarto mengatakan dirinya bersama belasan pedagang, bertemu dengan Lakpesdam NU Jepara. Mereka mengadukan permasalahan yang dihadapi, karena pemerintah memaksakan rencana relokasi.

”Kami menilai, banyak sekali pelanggaran dalam upaya relokasi tersebut. Oleh karena itu, kami minta Lakpesdam NU bisa memfasilitasi kami,” kata Sugiarto.

Koordinator Lakpesdam NU Jepara Lukman Hakim menambahkan, secara umum, pemkab memang sebagai pemilik dari pasar tersebut. Namun, upaya relokasi pedagang juga harus humanis dan tidak memaksakan kehendak. Pemkab juga harus mendengar keluh kesah dari pedagang, mengenai persoalan mengapa mereka melakukan penolakan.

”Mereka mengaku, kalau selama ini tidak pernah diaja berembug soal relokasi. Tiba-tiba ada pemberitahuan, jika mereka harus pindah ke pasar yang telah disiapkan,” jelas Lukman. 

Menurut Lukman, Lakpesdam NU telah melakukan sejumlah kajian terhadap

pasar tersebut. Dirinya menilai, proses pembangunan Pasar Ngabul Baru sarat dengan masalah. Sehingga, pihaknya siap memberikan pendampingan kepada para pedagang Pasar Ngabul Lama. 

”Ada 10 ”dosa besar” yang diperbuat panitia dan investor, dalam melaksanakan pembangunan Pasar Ngabul Baru. Antara lain, soal status lahan yang digunakan adalah tanah bengkok petinggi. Namun oleh panitia, tanah tersebut diinventarisasi sebagai lahan pasar,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, panitia pembangunan merupakan anggota Badan Perwakilan

Desa (BPD) setempat. Semestinya, anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap menjadi panitia pembangunan sebuah proyek. Kemudian, proses lelang pembangunan Pasar Ngabul Baru bernilai miliar rupiah itu juga tidak transparan. 

”Pemkab Jepara lebih condong kepada pada kepentingan investor maupun panitia. Mestinya, kepentingan pedagang didahulukan,” tegas Lukman. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →