Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Parkir Rogowongso Semrawut



Reporter:    /  @ 02:54:34  /  18 Oktober 2014

    Print       Email

Kendaraan bermotor dan becak terparkir semerawut di depan Pasar Rogowongso Pati, kemarin. Kondisi itu menyebabkan kemacetan yang parah, dan dikeluhkan banyak orang. (KOMA / Wahyu Kristianto)

PATI – Penataan parkir di depan Pasar Rogowangsan Pati sangat semerawut. Kendaraan baik roda dua maupun roda empat, diparkir tak beraturan di sisi kanan dan kiri jalan. Akibatnya, jalan tersebut selalu macet. Terutama saat pagi hingga siang hari.

Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu. Keberadaan petugas parkir, seolah tak mampu menata kendaraan yang parkir. Angkutan bak terbuka juga sering terlihat bebas berhenti dan menurunkan atau menaikkan barang.

Warga mengeluhkan kondisi tersebut. Warga meminta pasar tersebut disediakan tempat parkir khusus, sehingga tak menggunakan bahu jalan. 

”Penataan parkirnya kurang maksimal. Pasar seharusnya mempunyai lahan parkir sendiri, seperti di Pasar Puri. Memang tidak akan mudah karena berada di pemukiman warga. Namun jika melihat untuk jangka panjangnya kebutuhan untuk lahan parkir itu sangat mendesak,” kata Agus (37), salah satu pengguna jalan, Jumat (16/10).

Sebenarnya ada juga parkir yang terletak di dalam pasar. Namun tempat parkir itu dikelola warga, dan jalan menuju lokasi tersebut juga sempit. Sehingga membuat orang enggan untuk parkir di dalam pasar.

”Paling nyaman parkir di luar pasar, meskipun di bahu jalan. Tetapi memang ini membuat semerawut jalan. Jika saya parkir di dalam, sulit nanti untuk keluar pasar, apalagi pada saat jam-jam pasar ramai,” ujar Tri (34) salah satu pembeli di pasar.

Bahu jalan sebelah utara dan selatan semuanya digunakan untuk parkir kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Lebar jalan yang hanya sekitar enam meter, banyak yang termakan untuk parkir.

Selain kendaraan roda dua dan roda empat, becak juga memberikan andil dalam menimbulkan kemacetan. Karena banyak becak yang berhenti sembarangan menunggu penumpang di bahu jalan.

Salah satu tukang becak Kastono (56) mengatakan, sudah dari dulu dia mangkal di depan  pasar tersebut. ”Memang dari dulu tempat saya mangkal di sini. Jika membuat macet jalan itu hal yang lumrah, karena memang di jalan ini sebagian digunakan untuk parkir,” paparnya. (Wahyu Kristianto / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →