Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Polres Grobogan Bekuk 2 Penjual Pupuk Palsu



Reporter:    /  @ 02:12:56  /  18 Oktober 2014

    Print       Email

Kapolres Grobogan AKBP Langgeng Purnomo menginterogasi kedua tersangka penjual pupuk palsu di Mapolres Grobogan, Jumat (17/10). (KOMA / Nurokhim)

GROBOGAN – Polres Grobogan membekuk dua penjual pupuk palsu jenis Phonska atau dikenal pula dengan sebutan pupuk majemuk NPK. Kedua tersangka merupakan warga Desa Sidomukti, Kecamatan Kepoh Baru, Kabupaten Bojonegoro, diringkus polisi saat menawarkan pupuk di Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Minggu (12/10).

Selain menangkap kedua tersangka, polisi juga mengamankan sebanyak 26 sak pupuk palsu dan satu unit kendaraan bak terbuka bernomor polisi S 9645 C. Sasaran kedua tersangka adalah para pengecer pupuk dan petani di Desa Kronggen dan sekitarnya.

Kapolres Grobogan AKBP Langeng Purnomo mengatakan, kasus penipuan tersebut terungkap saat petugas Polres melaksanakan giat patroli dan mendapatkan informasi adanya mobil bak terbuka memuat pupuk jenis Phosnka produk CV T Sejahtera Pangan Gresik. Pupuk nonsubsidi palsu tersebut dijual seharga Rp 110 ribu – Rp 100 ribu per sak.

”Saat ditanya, kedua pelaku akan menjual pupuk kepada petani dan pengecer di Desa Kronggen. Namun kedua tersangka tidak memiliki dokumen atau surat penjualan pupuk tersebut. Sehingga petugas mengamankan barang bukti 26 sak pupuk palsu dan mobil bak terbuka,” ujar Kapolres.

Untuk memuluskan aksinya, lanjut Kapolres, kedua tersangka menyatakan bahwa pupuk tersebut produksi sebuah CV. Padahal kedua tersangka mendapatkan pupuk palsu dari salah seorang warga Bojonegoro bernama Ghozali.

”Pelaku telah melakukan penipuan. Sebab, dari komposisi pupuk itu yang tertulis di bungkus pupuk sudah beda dan merk aslinya,” tandasnya.

Akibat perbuatan tersebut, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Selain itu, jika hasil uji laboratorium. pupuk itu terbukti palsu maka akan dikenakan hukuman Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman lima tahun penjara.

Sementara itu, pada Senin (13/10) salah seorang korban penipuan pupuk palsu, Sukamto warga Desa Kronggen, Kecamatan Brati, melapor ke Polsek Brati. Ia menjadi korban penipuan kedua tersangka pada Jumat (10/10). Kedua pelaku berhenti di depan rumahnya dan menawarkan pupuk nonsubsidi seharga Rp 110 ribu per sak. Setelah transaksi tawar menawar, harga disepakati Rp 100 ribu per sak. (Nurokhim/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →