Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Masa Depan Yudi Tak Jelas



Reporter:    /  @ 01:27:27  /  18 Oktober 2014

    Print       Email

Pelatih Persijap Yudi Suryata (kanan) bersalaman dengan pemainnya M Fauzan usai Persijap bertanding di kompetisi ISL, beberapa waktu lalu. Sampai saat ini, kondisi Persijap masih carut marut.(KOMA / Sundoyo Hardi )

JEPARA – Seiring dengan belum jelasnya perencanaan klub secara matang untuk kompetisi musim depan di Divisi Utama, nasib semua elemen di tubuhPersijap juga serba belum jelas. Termasuk nasib pelatih Persijap Yudi Suryata. 

Pelatih yang bergabung dengan Laskar Kalinyamat pada pertengahan kompetisi menggantikan Raja Isa  itu kini enggan membicarakan nasib Persijap. Dia menyerahkan nasibnya pada keputusan manajemen Persijap.

Yudi Suryata mengaku, sampai saat ini manajemen belum memberikan kejelasan dan terkait masa depannya di Persijap. Meskipun Persijap sudah pasti turun ke Divisi Utama, manajemen belum membuat perencanaan klub. 

Bahkan, kata Yudi, manajemen juga belum melakukan seremoni pembubaran di internal. ”Kalau saya, ya terserah manajemen saja. Tidak ada keinginan yang berlebihan untuk bertahan di Persijap. Kalau dibutuhkan saya siap,” kata Yudi kepada Koran Muria, kemarin

Pelatih asal Sragen itu menuturkan, di usianya yang terhitung tak muda lagi, Yudi tak memiliki hasrat yang terlalu besar untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pelatih di klub tertentu. Bergabungnya dia di Persijap pada pertengahan musim lalu juga dirasa tak sengaja. 

Selain itu, dia juga bergabung tanpa target tertentu saat Persijap berlaga di Indonesia Super Leagua (ISL). ”Bahkan, sejak awal gabung sampai akhir kompetisi, saya merasa miris dengan kondisi Persijap,” kata Yudi.

Menurutnya, kondisi klub saat ia mulai gabung, berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Selain krisis finansial yang mendera, juga tunggakan gaji pemain berlanjut sampai sekarang. Apalagi juga hilangnya sejumlah pemain pilar yang membuat dirinya pusing untuk memaksimalkan pemain yang tersisa.

”Awalnya saya ingin memperbaiki tim di pertengahan musim saat ditinggalkan pelatih sebelumnya. Tapi, realita yang ada menjadi sangat sulit,” ungkapnya.

Dia menilai, nasib Persijap yang turun kasta dari kasta tertinggi ke Divisi Utama merupakan realitas yang harus diterima. Saat ini, dia berharap klub kebangaan Kota Ukir ini mampu bangkit meskipun musim depan di Divisi Utama.

”Harapannya, persoalan yang selama ini ada cepat selesai. Kemudian, manajemen merencanakan komposisi tim untuk kompetisi musim depan,” imbuhnya. (Wahyu KZ / Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →