Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Tagih Bantuan Bencana, Geruduk BPBD



Reporter:    /  @ 02:56:03  /  17 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Puluhan warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, mendatangi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Kamis (16/10). Kedatangan warga Menawan tersebut, menagih janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, yang akan memberikan bantuan kepada warga yang terkena bencana tanah longsor, awal tahun lalu.

Seorang warga yang turut dalam aksi itu, Andi Prayitno mengatakan, masyarakat korban bencana di Menawan, sudah lelah menunggu kapan tepatnya bantuan tersebut akan diberikan. Itu sebabnya, mereka mendatangi BPBD untuk bertanya langsung.

”Dulu katanya kami akan diberikan bantuan. Tapi, kapan datangnya. Sudah sejak lama kami dijanjikan, tapi sampai sekarang belum direalisasikan. Katanya dananya sekarang malah ditilep. Kenapa tidak diberikan dari dulu kalau begitu,” katanya saat diwawancarai Koran Muria, di sela-sela kedatangan mereka.

Wilayah Desa Menawan sendiri memang mengalami longsor awal tahun ini. Tepatnya di bulan Januari, yang terjadi di Dukuh Kambangan, dan menewaskan 12 orang warga setempat. Ini terbilang bencana yang cukup besar bagi Kudus selama ini.

Dari peristiwa itu, Pemkab kemudian mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, untuk digunakan merelokasi warga yang terkena bencana. Salah satunya datang dari Tohir Foundation, yang memberikan bantuan sebesar Rp 190 juta. Rencananya, bantuan itu akan diberikan kepada 19 kepala keluarga (KK) yang terkena bencana di Dukuh Kambangan, dengan masing-masing orang mendapatkan Rp 10 juta.

Sayangnya, hingga saat ini rencana pemberian bantuan tersebut belum disampaikan juga. Bahkan, dana dari Tohir Foundation tersebut, digunakan untuk keperluan pribadi dari Bendahara (non-APBD) BPBD Kudus Nor Kasihan. Kasusnya sendiri sudah dilaporkan ke Polres Kudus dan sudah sampai pada tahap penyidikan.

Bahkan, bukan hanya bantuan dari Tohir Foundation saja yang kemudian diduga diselewengkan Nor Kasihan. Melainkan juga bantuan dari Gubernur Jawa Tengah senilai Rp 456 juta, yang kemudian juga tidak diketahui kemana arahnya. Hanya saja, sampai saat ini Nor Kasihan masih harus menjalani penahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus atas kasusnya sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan logistik bencana 2012 di kantor tersebut.

Andi mengatakan, masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan tersebut. Apalagi mendekati musim penghujan seperti sekarang ini, sebagian besar warga masih trauma dengan bencana yang sebelumnya melanda kawasan tersebut. Sehingga mereka mendesak pemkab untuk membagikan jatah yang seharusnya menjadi hak para korban bencana.

”Seharusnya sudah lama dibagi, sebelum Lebaran. Kami dari warga yang membuat relokasi mandiri, juga sangat membutuhkan bantuan tersebut. Sebab hingga kini banyak bangunan relokasi yang belum berdiri akibat tiada bantuan yang sampai kepada kami,” ujarnya.

Menurut dia, tidak kunjung dibaginya bantuan juga menyebabkan warga kelimpungan mencari utangan untuk melunasi tanah yang digunakan relokasi. Padahal meski tanahnya sudah terbayar, namun pembangunan rumahnya belum bisa dilaksanakan juga. Hingga kini, baru sekitar 40 persen biaya relokasi terserap,sedangkan sisanya masih menunggu bantaun tersebut.

Andi menjelaskan, sebagian warga yang tidak berani mengambil utang, mereka nekat menempati bangunan yang sudah tidak layak pakai. Bangunan tersebut juga berbahaya karena sudah rapuh diterpa bencana waktu itu. Selain itu, terdapat pula 3 KK yang menumpang di rumah saudaranya karena rumahnya hilang. Dan tidak bisa mengambil utang untuk mengikuti relokasi tersebut.

”Kalau bantuannya sudah sampai ke kami, biar kami yang mengurusnya. Akan kami bagi sesuai dengan kebutuhan korban bencana. Apakah akan dialokasikan untuk korban bencana yang relokasi ataupun nantinya juga dibagi dengan korban yang nekat menetap di sana,” tuturnya.

Jika kemudian bantuan tersebut tidak juga dibagikan, Andi mengaku bahwa akan makin banyak warga yang mendatangi Kantor BPBD untuk mencoba mendapatkan bantuan tersebut. ”Nanti apa yang kami dapatkan dari pembicaraan ini, akan kami sampaikan kepada warga lainnya. Nanti kita lihat bagaimana keputusannya,” imbuhnya. (Faisol Hadi / Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →