Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Alih Fungsi Lahan Akan Dibatasi



Reporter:    /  @ 02:45:31  /  17 Oktober 2014

    Print       Email

Petani menggarap sawah. Seiring banyaknya alih fungsi lahan, membuat areal pertanian di Jepara semakin berkurang. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Alih fungsi lahan di Kabupaten Jepara semakin lama semakin meluas. Lahan yang semula diperuntukkan bagi kawasan pertanian, kini telah berubah fungsi. Sebagian digunakan untuk perluasan kawasan industri, dan sebagian lainnya untuk pembukaan lahan permukiman baru.

Alih fungsi lahan yang tidak terkontrol itu, menyebabkan produksi pertanian berkurang. Akibatnya, berimbas pada ketersediaan bahan pangan yang cukup bagi warga Jepara. 

”Lahan yang ada di Jepara sudah sempit makin berkurang, karena ada alih fungsi lahan. Kebanyakan untuk perluasan kawasan industri dan perumahan,” kata Kasubag Tata Usaha Kantor Ketahanan Pangan Jepara Budi Bawa Yuwana ditemui di kantornya, Kamis (16/10).

Menurut Budi, alih fungsi lahan pertanian harus segera diperhatikan secara serius. Sehingga, jika tidak mendapat terhatian serius maka akan berakibat pada ketersediaan pangan di Jepara di tahun mendatang. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut, pemkab mencanangkan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). 

”Program tersebut dimaksudkan, agar masyarakat ikut dalam menjaga ketahanan

pangan. Karena, KRPL mengharuskan setiap rumah memiliki tanaman yang jadi sumber pangan,” jelas Budi. 

Dia mengatakan, program KRPL tersebut tidak hanya sebagai cadangan atau tambahan pangan, tetapi juga untuk mengurangi pengeluaran belanja sehari-hari. ”Rumah jadi lebih sehat dan nyaman, karena ditanami tamanan pangan,” pungkas Budi. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →