Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Korban Longsor Kunden Berharap Bantuan



Reporter:    /  @ 02:32:52  /  17 Oktober 2014

    Print       Email

Warga melintas di jalan penghubung Desa Kunden dengan Kalirejo, Kecamatan Wirosari, yang longsor sejak April lalu. Sejumlah warga yang rumahnya terkena longsor mendesak pemkab membantu perbaikan rumah para korban longsor. (KOMA / Nurokhim)

GROBOGAN – Sejumlah warga Desa Kunden, Kecamatana Wirosari, yang menjadi korban tanah longsor mendesak Pemkab Grobogan memberikan bantuan. Hal itu karena pascabencana longsor pada 26 April 2014 lalu, hingga kini para korban belum pernah mendapatkan bantuandalam bentuk apapun untuk perbaikan rumah.

Salah seorang korban tanah longsor Witono (55), mengeluhkan kondisi bangunan rumahnya yang kerap ambrol. Bahkan beberapa warga terpaksa memasang karung berisi pasir agar areal rawan longsor tidak ambles dan menimpa rumah warga.

”Sudah sering diperbaiki menggunakan pasir dan semen, tapi tetap ambrol lagi. Sehingga kami minta perhatian pemkab untuk membantu warga yang rumahnya terkena longsor,” katanya, kemarin.

Ia dan sejumlah warga lain berharap, pemkab membantu memperbaiki bagian rumah warga yang ambrol akibat longsor yang terjadi beberapa bulan lalu. 

Sementara itu, perbaikan Jalan Nusa Indah yang menghubungkan Desa Kunden dan Kalirejo, Kecamatana Wirosari, segera dilakukan pertengahan Oktober ini. Proyek perbaikan jalan antardesa yang ambles akibat longsor April lalu itu, telah dianggarkan APBD Perubahan sebesar Rp 120 juta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Agus Sulaksono mengatakan, perbaikan akan meliputi pengurukan jalan yang ambles sepanjang 60 meter dengan kedalaman lima meter, serta penataan karung berisi tanah yang berfungsi sebagai tanggul sementara. 

”Terkait anggaran perbaikan, kami sudah bertemu DPPKAD dan dialokasikan dana Rp 120 juta dari APBD Perubahan. Saat ini baru proses administrasi. Kalau sudah siap langsung dikerjakan. Yang penting sebelum musim hujan sudah selesai perbaikan,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan jalan berbatasan dengan Sungai Tirta menjadi tanggung jawab Balai Besar Pemali Juwana dan masuk dalam wilayah anak Sungai Lusi. Sehingga Balai Besar Pemali Juwana segera turun tangan untuk memperbaiki kerusakan secara permanen. (Nurokhim/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →