Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Moralitas Pemuda Cerminan Bangsa



Reporter:    /  @ 02:19:05  /  17 Oktober 2014

    Print       Email

Oleh: Salamah

Mahasiswi Tasawuf-Psikoterapi Fakultas Ushuludin IAIN Walisongo Semarang

 Letak kekuatan bangsa Indonesia berada dipundak pemuda.  Karena, pemuda adalah komponen dasar progresif dalam melakukan perubahan. Yaitu dengan memberikan gagasan dan kritik terhadap pemerintah yang bersifat membangun. Hal tersebut, dapat dilihat secara faktual dengan lahirnya Bangsa Indonesia yang merupakaan manifestasi usaha para pemuda. 

 

Selain itu, ketika kita menilik sejarah. Wujud perjuangan yang dilakukan oleh para pemuda nusantara untuk dapat terlepas dari belenggu kolonialisme belanda mampu dilakukan oleh para pemuda dengan melakukan berbagai strategi. Seperti halnya, dalam proses menyatukan aspirasi semangat para pemuda untuk melawan Belanda,  dengan melakukan kongres pemuda yang menghasilkan “ Sumpah Pemuda” sebagai sumpah setia. Sebelum kongres ditutup, untuk pertama kalinya lagu kebangsaan “ Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman diperdengarkan dan peserta kongres menyanyikan dengan penuh semangat sebagai wujud kecintaan terhadap Negeri. 

Ketika itu Bandera Merah Putih turut dikibarkan. Kemudian, lagu Indonesia dipublikasikan melalui media cetak berupa surat kabar Sin_Po dengan mencantumkan text yang menyatakan bahwa lagu Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan. 

Itulah sejarah perjuangan pemuda dalam membangun landasan utama gerakan kebangkitan nasional dan juga pemersatu anak bangsa dari berbagai belahan nusantara. Jika kita pahami, terdapat makna yang begitu mendalam yang terkandung dalam ikrar sumpah pemuda. Semangat perjuangan akhirnya mampu membawa rakyat Indonesia pada kemerdekaan. Kita sebagai genereasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melestarikan, dan melanjutkan perjuangan mereka.

Namun, sungguh dilematis. Ketika melihat kondisi para pemuda sekarang. Semangat Dalam memperjuangkan bangsa Indonesia sudah semakin luntur. Dekadensi moral yang dimilki para pemuda seolah telah mendegradasikan makna perjuangan para founding father yang telah ada. Ketika mereka berjuang kolonialisme Belanda dalam bentuk peperangan secara fisik. Kita dalam tingkatan zaman modern yang lebih fokus pada perjuangan untuk memperbaiki moral bangsa yang semakin merosot. Menjadi sebuah tantangan yang begitu besar. Pasalnya, kondisi tersebut tidak bersifat konkret. Akan tetapi bersifat transparansi, seperti halnya penjajahan moral dan intelektual.

Tidak jarang kita temukan pemuda yang moralnya rusak. Tentunya terdapat berbagai faktor yang melatar belakangi. Di antaranya yaitu adanya pengaruh westernisasi, kurangnya pendalaman keagamaan, dan juga kurangnya pendidikan. Seiring semakin canggihnya teknologi, budaya barat yang tidak sesuai dengan kultur kebudayaan Indonesia semakin mudah masuk tanpa adanya suatu filter yang kuat. Nilai dan norma mulai terabaikan, sehingga menimbulkan berbagai penyimpangan dalam masyarakat. Di antaranya yaitu adanya pengonsumsian minuman keras. Selain itu, sex bebas juga merupakan kebudayaan barat yang kini mulai menjamur di Indonesia. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa, naluri seksual merupakan naluri yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia. Namun, jika naluri tersebut tidak dapat dikendalikan, maka tak lain halnya ia dengan binatang. Walaupun, sejatinya hal tersebut merupakan wujud pelarian diri dari masalah dan suatu asumsi yang salah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwasanya, moral sebagai muatan penting dalam membangun bangsa telah dinodai oleh tindakan para pemuda yang merusak moral.

Perbaikan dari Dalam

Pemuda sebagai generasi prosgresif yang mampu memberikan perubahan. Diharapkan dapat menjadi style menuju masa depan bangsa. Demi mewujudkan kondisi tersebut, sebagai generasi penerus yang diharapkan oleh bangsa justru memilih menjadi generasi paham dan mengerti akan signifikansi moral bagi bangsa. Selain para pemuda yang tingkat moralitas rendah, menjadikan Indonesia mengalami keterpurukan. Mereka hanya memengtingakan euforia belaka. Mindset demikianlah yang menjadikan bangsa Indonesia semakin mengalami kebobrokan. 

Dalam memperbaiki moralitas para pemuda Indonesia, tentunya tidak mudah. Seperti membalikkan telapak tangan pada umumnya. Perlunya perbaikan dari dalam yang dimulai dari generasi muda, seperti dalam hal agama, pendidikan, dan lainnya. yang harus dimulai sejak dini. Pendalaman keagamaan merupakan faktor penting dalam terbentuknya moral. Baik-buruknya moral seseorang dapat dilihat dari ketaatannya terhadap ajaran agama. Karena, sesungguhnya setiap agama mengajarkan kepada kebaikan. Dengan berbekal keimanan yang kuat, kita akan merasa takut berbuat dosa, sehingga tidak ada yang melakukan tindakan yang tak bermoral. Andaikan saja pemimpin negeri ini memiliki landasan keimanan yang kuat, pasti tidak akan ada lagi kasus korupsi, dan segala bentuk penyimpangan.

Selain itu, sistem pendidik merupakan fasilitas dalam perbaikan moralitas bagi generasi bangsa Indonesia . Pendidikan dengan tujuan mengembangkan potensi pelajar agar menjadi manusia yang cerdas, kreatif, dan beriman. Sehingga, mampu mengatasi masalah dalam degradasi  moral bangsa. Dengan inovasi baru dalam mendidik, seperti halnya pendidikan moral sangat dibutuhkan demi terwujudnya karakter bangsa yang bermoral. Jika faktor di atas dapat terpenuhi maka besar kemungkinan Indonesia akan menjadi Bangsa yang bermoral. Dengan aktivitas-aktivitas yang membangun tersebut, mampu melahirkan generasi  pemimpin Bangsa, yang dapat mengangkat harkat dan martabat Negri ini. Pasalnya, moral generasi muda dapat dijadikan  cermin bagi Bangsa Indonesia. Wallahu a’lam bi al-shawaf. (*)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →