Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Widhoro: Saya Terlalu Dini



Reporter:    /  @ 02:15:51  /  17 Oktober 2014

    Print       Email

Pemain Persiku, Amadou Gakou (kanan) berebut bola dengan pemain PPSM musim lalu. Musim depan, Persiku diharapkan akan memiliki pelatih yang faham betul dengan kondisi Persiku. (KOMA / Sundoyo Hardi )

KUDUS – Masuknya nama Widhoro Heriyanto dalam bursa pelatih yang disebut-sebut mampu membesut Persiku lebih baik saat berlaga di Liga Nusantara musim depan ternyata tak langsung membuatnya besar kepala. Mantan pemain Persiku tahun 1994 itu beranggapan masih banyak figur yang pas untuk disandingkan dengan Macan Muria.

”Sepertinya kalau saya masih terlalu dini. Masih banyak pilihan,” katanya kepada Koran Muria.

Ia mengatakan, memegang posisi pelatih sebenarnya tak gampang. Apalagi, mereka dituntut harus bisa mengerti psikologis pemain. Baik saat latihan ataupun di luar lapangan. Sementara pengalamannya di dunia sepak bola masih butuh banyak jam terbang.

”Selain itu, pelatih juga harus mengerti karakter masing-masing pemain. Meski berliga di Liga Nusantara, pemilihan pelatih tak asal pilih,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjutnya, keberadaan pelatih yang berasal dari kota sendiri akan semakin memupuk rasa lokal antarpemain. Sehingga pemain bisa mengeluarkan kemampuannya secara maksimal.

Terlebih lagi, di Liga Nusantara akan banyak pemain lokal yang akan berjuang. Ini mengingat berdasarkan aturan Liga, klub tidak diizinkan menggunakan tenaga pemain asing. Bahkan, ada pembatasan pemain senior yang dipatok berdasarkan umur.

”Dengan begitu, akan banyak pemain muda Kudus yang terlibat. Di satu sisi ini menjadi keuntungan bila menggunakan kemampuan pelatih lokal,” terangnya.

Sebelumnya, Kudus dianggap memiliki sejumlah nama yang sudah memiliki persyaratan pelatih berlisensi C ke atas. Beberapa di antaranya adalah para asisten pelatih Persiku musim lalu. Yakni, Widhoro Heriyanto dan Cucun Sulitiyo sama-sama memiliki lisensi C. Bahkan, pelatih diklat saat ini, Hidayat sudah mengantongi lisensi B.

Ketiganya pun dianggap sama-sama sudah mengenal karakter permainan Persiku. Bahkan, Widhoro dan Cuncun dianggap memiliki kedekatan emosional yang erat dengan Macan Muria setelah menemani mereka di Divisi Utama. (Supriyadi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →