Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Petugas Ancam Garuk PKL Bandel di Jalan R Soprapto dan MT Haryono Purwodadi



Reporter:    /  @ 01:43:36  /  17 Oktober 2014

    Print       Email

GROBOGAN – Petugas gabungan  Polres, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Kabupaten Grobogan, memberikan peringatan keras kepada pedagang kaki lima (PKL) yang membandel dan tetap berjualan di atas trotoar di luar waktu yang ditentukan pemkab setempat. Terutama PKL di Jalan R Soprapto dan MT Haryono Purwodadi.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubinfokom Grobogan Nur Kholis menyatakan, Jalan R Suprapto dan MT Haryono Purwodadi sekarang telah menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas. Bahkan pihaknya telah memasang papan larangan PKL dan area parkir di 15 titik. Sehingga bagi PKL dan juru parkir yang nekat mengelar dagangan dan menjadikan trotoar sebagai area parkir, maka petugas tidak segan untuk  menggaruk lapak PKL.

”Saat ini kami masih memberi toleransi dengan memperbolehkan PKL berjualan di atas trotoar mulai pukul 15.00 WIB. Namun dengan syarat pada pagi harinya kondisi trotoar harus sudah bersih dari lapak dan sampah,” ujarnya,

Terkait kebijakan tersebut, lanjut dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada pengendara untuk mematuhi peraturan lalu lintas.  Terutama terkait keberadaan  trotoar tidak boleh untuk parkir, melainkan untuk pejalan kaki. Selain menertibkan lapak, bagi PKL dan juru parkir yang membandel akan dikenakan sanksi tipiring.

”Kami akan menggencarkan sosialisasi hingga masyarakat mengetahui bahwa Jalan R Soeprapto merupakan kawasan tertib lalu lintas. Sedangkan PKL yang bermasalah atau tetap membandel,  akan ditertibkan Satpol PP dan Satlantas,” tandasnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi akan diadakan selama tiga bulan ke depan tidak ada warga yang menggunakan trotoar untuk parkir kendaraan. Langkah itu merupakan tindaklanjut Peraturan Bupati Nomor 46 tahun 2014 tentang Kawasan Tertib Lalu Lintas.”Pengguna kendaraan seharusnya menghormati dan menghargai pejalan kaki. Sehingga trotoar bisa digunakan sebagaimana fungsinya,” imbaunya. (Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →