Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

UMK 2015 di Kabupaten Pati Disepakati Rp 1.176.500



Reporter:    /  @ 01:25:54  /  16 Oktober 2014

    Print       Email

PATI – Setelah melewati sejumlah pembahasan, akhirnya Dewan Pengupahan Kabupaten Pati menyepakati usulan upah minimum kabupaten (UMK) Pati untuk tahun 2015 sebesar Rp 1.176.500. Angka itu mengalami kenaikan Rp 163.473 dibanding UMK tahun 2014.

Plh Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pujo Winarno mengatakan, saat ini pembahasan UMK di Pati sudah tidak ada masalah lagi. Bahkan usulan tersebut sudah diajukan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan persetujuan.

”Semua sudah dibahas dan disepakati. Saat ini kami tinggal menunggu persetujuan dari gubernur,” kata Pujo Winarno,Rabu (15/10).

Keputusan itu, merupakan keputusan bersama. Baik dari pekerja, pengusaha, maupun dari pemerintah. Sehingga, ini adalah keputusan terbaik yang disepakati dari berbagai elemen.

Sementara itu, ketua Federasi Serikat Pekerja Keadilan (FSPK) Ahmadi menyesalkan belum dijadikannya rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sebagai salah satu dasar pertimbangan. Meskipun saat ini belum terjadi, namun pada tahun depan rencana itu dipastikan akan terjadi.

”Bagaimanapun juga usulan UMK ini akan diterapkan pada tahun 2015 mendatang. Seharusnya juga perlu mempertimbangkan rencana kenaikan (BBM) itu,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam pembahasan UMK tersebut pekerja sempat mengajukan angka Rp 1.182.000. Meskipun belum memproyeksikan rencana kenaikan BBM, namun angka tersebut dinilai dapat cukup membantu. ”Tapi karena sempat alot akhirnya diambil jalan tengah menjadi Rp 1.176.500,” ungkap Ahmadi.

Pihaknya berharap kedepannya pemerintah dapat melakukan pengawasan. Terutama terkait pemberian uang kemahalan jika rencana kenaikan BBM itu benar-benar dilakukan.

”Kalau perlu sebaiknya juga ada payung hukum dalam penerapan uang kemahalan tersebut. Bila tidak ada payung hukum, kami khawatir kebijakan tersebut tidak dijalankan dengan baik,” pungkasnya.  (Syamsul Falak / Sundoyo Hardi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →