Loading...
You are here:  Home  >  Olahraga  >  Artikel ini

DENMARK 0-1 PORTUGAL : Kemenangan di Menit Akhir



Reporter:    /  @ 01:42:37  /  16 Oktober 2014

    Print       Email

Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi usai melesakkan sebuah golnya saat Portugal bertandang melawan Denmark, Rabu (15/10).

KOPENHAGEN – Ronaldo menyelamatkan Portugal dengan mencetak gol di tambahan waktu atau menit akhir ketika melawan Denmark dalam lanjutan kualifikasi Euro 2016, Rabu, (15/10) dini hari. Ronaldo kembali fit setelah dikabarkan menderita cedera lutut melawan Perancis. 

Dikutip Antara, Portugal butuh kemenangan, setelah kekalahan mengejutkan di kandang melawan Albania pada September. Portugal memulai pergerakan. Moutinho membagikan itu kepada Danny yang kemudian mengirimkan umpan ke Ronaldo. Pemain Real Madrid itu kemudian mengembalikannya kepada pemain Zenit Saint Petersburg, tetapi tendangan tepat dipelukan Schmeichel. 

Soares mengrimkan umpan panjang kepada Ronaldo, tetapi terlalu tinggi. Denmark mengancam lewat Eriksen yang membagi bola untuk Krohn-Dehli, tetapi tendangannya melebar. Hingga 45 menit babak pertama usai tak ada gol tercipta, dan tidak ada kartu kuning yang dikeluarkan wasit. 

Ronaldo menusuk pertahanan Denmark dan menyisahkan kiper. Tetapi Scmeichel mampu menyelamatkan gawang Denmark. Menit 68 Portugal menarik Nani dan memasukan Joao Mario. Krohn Dehli mengirim umpan kepada Eriksen, dia menendang bola di kotak penalti, tetapi tendangannya melebar di gawang Portugal.

Namun gol baru tercipta di menit 90+5 lewat Ronaldo. Ricardo Quaresma memberikan umpan silang kepada Ronaldo yang mengalahkan Kasper Schmeichel di tambahan waktu. Hingga pluit babak kedua dibunyikan gol Ronaldo menjadi satu-satunya gol tercipta.

Meski menjalani start kurang memuaskan, Cristiano Ronaldo optimistis Portugal bakal lolos ke Piala Euro 2016. ”Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya percaya Portugal akan memuncaki grup, karena tim kami yang terbaik di grup grup,” tutur Ronaldo.

Sementara laga Grup I lainnya antara Serbia melawan Albania di Stadion Partizan, Belgrade, Serbia, Rabu dini hari (15/10) dihentikan akibat tawuran antartim.

Pertandingan antara Serbia dan Albania memang dikenal panas dengan muatan politis. Ini sebabnya UEFA melarang masing-masing suporter bertandang satu sama lain. Sayangnya, panitia penyelenggara pertandingan dini hari tadi tetap kecolongan.

Seorang fans Albania menerbangkan drone, sejenis perangkat terbang yang dikendalikan dengan pengendali jarak jauh, dengan membawa bendera bergambar peta Kosovo dengan tulisan ‘autochthonous’ yang berarti penduduk asli.

Serbia dan Albania berbeda pendapat soal Kosovo, yang menyatakan kemerdekaannya dari Serbia pada 2008. Serbia masih menganggap Kosovo sebagai daerah otonomi khusus di bawah bendera Serbia. Sebaliknya, Albania adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Kosovo. Ini tak lepas dari etnik Albania yang mendominasi jumlah penduduk Kosovo.

Sontak, laga yang awalnya berjalan normal menjadi panas. Bek Serbia, Stefan Mitrovic, melompat dan menarik bendera tersebut saat drone terbang rendah. Bendera yang berada di tangan para pemain Serbia itu kemudian coba direbut oleh sejumlah pemain Albania, yang khawatir pemain Serbia akan merobeknya.

Tensi pun meningkat dengan cepat. Entah siapa yang mengawali, sejumlah ofisial dan bahkan fans terlihat memasuki lapangan dan melemparkan kursi plastik. Baku hantam pun terjadi. Pemain Albania yang kewalahan akhirnya berlarian menyelamatkan diri ke ruang ganti pemain. Mereka harus menghindari kursi-kursi plastik yang beterbangan ke arah mereka.

Wasit asal Inggris, Martin Atkinson, akhirnya memutuskan untuk menghentikan pertandingan hingga waktu yang belum ditentukan. (Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →