Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Presiden Baru Jangan Tanda Tangan FCTC



Reporter:    /  @ 01:38:47  /  16 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Presiden Indonesia yang akan segera dilantik, Joko Widodo (Jokowi), diharapkan tidak menandatangani dokumen Framework Convention on Tobbaco Control (FTCT). Jika ditandatangani, maka industri rokok akan sepenuhnya dikendalikan oleh aspek kesehatan.

Agus Suparyanto, pelaku industri hasil tembakau (IHT), mengatakan jika FCTC ini sangat kental dengan kepentingan asing. Di mana pihak asing memang mencoba untuk bisa mematikan IHT di Indonesia. ”Terutama sekali adalah rokok kretek,” jelasnya, kemarin.

Menurut Agus, industri kretek akan mati dan tergantikan dengan industri rokok putih seluruhnya. Padahal rokok kretek adalah identitas Indonesia. Tapi, industri ini rupanya sedang diincar oleh industri rokok asing.

”Itu sebabnya, mereka melakukan segala upaya agar FCTC ini bisa ditandatangani presiden. Sehingga, rokok kretek akan mati. Kita akan tergantung sepenuhnya pada asing, terutama dalam hal produk tembakaunya. Nanti, giliran asing yang akan menguasai pangsa pasar kretek di Indonesia. Makanya saya bilang, ini adalah produk yang penuh muatan politis,” paparnya.

Dalam FCTC, memang tercantum beberapa ketentuan yang jelas-jelas akan membuat produk rokok kretek Indonesia menjadi mati. Misalnya saja, di sana diatur ketentuan yang melarang petani untuk menanam tembakau. Termasuk aturan soal standarisasi produk tembakau yang harus mengikuti standar nasional. Padahal, standarisasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi dan situasi di Indonesia, sehingga saat ini perusahaan rokok terpaksa membeli tembakau dari luar negeri.

Sejauh ini, menurut Agus, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menyatakan komitmennya untuk tidak menandatangani ratifikasi FCTC tersebut. Inilah yang kemudian diharapkan untuk tetap dipertahankan, hingga akhir masa jabatan yang bersangkutan berakhir, pada 20 Oktober 2014 mendatang.

”Nah, kita seterusnya akan berharap kepada Presiden Jokowi nanti, supaya juga tidak menandatangani FCTC. Karena memang dia nanti yang akan memerintah negeri ini. Supaya presiden baru bisa tetap berpihak kepada para pelaku industri hasil tembakau itu sendiri,” harapnya.

Mengenai dukungan dari DPR RI, ditambahkan Agus, sejauh ini memang belum diketahui dengan jelas. Pasalnya, mereka baru saja dilantik, dan belum ditentukan alat kelengkapannya. ”Sehingga secara politis, kita juga belum bisa untuk berharap apa-apa pada mereka. Namun yang jelas, upaya atau pembicaraan dengan pihak-pihak tersebut, akan kami laksanakan dalam waktu dekat,” imbuhnya. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →