Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Pengusutan Dugaan Kasus Korupsi PSSI Lamban



Reporter:    /  @ 01:28:50  /  16 Oktober 2014

    Print       Email

PATI – Kasus dugaan korupsi dana hibah bantuan Pemkab Pati tahun 2010 dan 2012 kepada PSSI Pati, dengan terlapor mantan Ketua Umum dan Bendahara PSSI Kabupaten Pati, Sunarwi dan Mudasir dinilai lamban. Penanganan kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan dua anggota DPRD Pati itu diduga berhenti dan belum ditangani. 

Pada 2013 lalu, sudah dilaporkan, namun kembali dilaporkan Februari lalu, setelah laporan pertama dilaporkan hilang. Sejak dilaporkan Februari lalu, penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng yang menangani belum mengeluarkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan)-nya.

Ketua Aliansi Mahasiswa Pati Afif Jalal mengancam, akan mengerahkan sekitar 1.200 mahasiswa asal Pati di Kota Semarang dan sekitarnya untuk menggelar unjuk rasa. ”Jika tak segera ditangani, kami akan menggelar aksi demontransi ke Polda. Ada sekitar 1.200 mahasiswa siap turun ke Polda, menuntut penanganan kasusnya,” kata Afif.

Kedatangan mereka ini merupakan kali yang ketiga sejak pertengahan 2012 silam. Selain menanyakan perkembangan pengusutan kasus, kedatangan para mahasiswa ini juga terkait klarifikasi sejumlah barang bukti yang dijadikan dasar laporan dugaan korupsi sebesar hampir Rp 2 miliar itu.

”Kami dimintai keterangan, terkait klarifikasi alat bukti. Seperti hasil pemeriksaan BPK tahun 2010 dan 2012, Surat Keputusan, nota belanja yang diindikasi ada mark up senilai hampir Rp 1 miliar lebih,” ujarnya.

Menurut dia, penyidik seharusnya segera menindaklanjuti laporannya dan mengeluarkan SP2HP. Sebab, lambatnya penanganan akan semakin menimbulkan ketidakkodusifan situasi di PSSI Pati.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jateng menemukan adanya ketidakberesan atas realisasi hibah kepada KONI. Tahun 2010 dari anggaran belanja hibah kepada KONI sebesar Rp 3,2 miliar diketahui tidak dapat diyakini kebenaran laporan pertanggungjawabannya. BPK juga menilai ketidakwajaran atas bantuna hibah KONI tahun 2012 sebesar Rp 3,06 miliar. Dari seluruh organisasi cabang olahraga penerima sudah disampaikan bukti realisasi pertangungjawabannya, kecuali PSSI Pati. 

Realisasi sebesar Rp 1,07 miliar yang masuk ke PSSI diketahui tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kondisi itu menurut BPK Perwakilan Jateng, tidak sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan daerah. Dugaan penyimpangan yang terjadi atas dana hibah ke PSSI tahun 2010 dan 2012 diduga mencapai Rp 2,3 miliar. (Sundoyo Hardi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →