Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

HET Eceran Elpiji 3 Kg di Kudus Rp 18 Ribu



Reporter:    /  @ 02:47:50  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Harga eceran tertinggi (HET) elpiji jenis 3 kilogram diusulkan Rp 18 ribu per tabung. Namun penetapan HET itu belum final. Sebab Dinas Perdagngan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) masih harus memberikan usulan tersebut kepada Bupati Kudus.

”Kalau dari pertemuan tadi (kemarin) anatara kami dengan pihak Pertamina, kami ada kesepakatan, HET di tingkatan pengecer Rp 18 ribu. Kemudian kami akan menguslkannya ke Bupati untuk mendapatkan surat keputusannya,” kata Plt Dinas Dagsar Kudus Sudiharti, Selasa (14/10).

Menurutnya, penetapan HET tersebut dilakukan karena kebanyakan masyarakat sudah menjual elpiji 3 kilogram dengan harga tersebut. Sehingga jika dipatok dengan harga maksimal sebesar Rp 18 ribu, masayrakat tidak akan terganggu.

Dia mengatakan, meski antara Dagsar dengan Pertamina sudah ada kesepakatan, namun semuanya dapat berubah di tangan Bupati. Sebab dialah yang mengeluarkan SK. Bupati akan mengkaji apakah harga tersebut terlalu tinggi atau tidak.

Sudiharti menjelaskan, dengan adanya pengaturan harga elpiji, pengecer tidak dapat dengan leluasa menjual elpiji 3 kilogram dengan harga yang mereka tentukan. Sebab diakui atau tidak, elpiji di tingkat pengecer harganya sampai menembus Rp 23 ribu per tabung. Dengan penetapan HET nantinya dapat menjadi harga maksimal diberlakukan untuk masyarakat.

”Kalau nanti SK sudah turun, maka harus ditepati semua pengecer. Sebab kami tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada pengecer yang nantinya menjual elpiji melebihi dari HET tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, sanksi yang diberikan berupa larangan menjual elpiji tingkat pengecer. Meski tidak ada izin ditingkat pengecer, namun pemkab akan mengatur pangkalan. Pemilik pangkalan akan ditegasi untuk tidak menjual elpiji ke pengecer yang nakal tersebut.

Dia menambahkan, jika pemilik pangkalan masih tidak dapat melaksanakan hal tersebut, yang bersangkutan dapat dicabut izinnya. ”Masyarakat juga dapat mengontrol harga elpiji, kalau mereka menemukan harganya melebihi aturan. Maka mereka dapat melaporkannya ke kami,” katanya. (Faisol Hadi / Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →