Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Sulit BBM, Nelayan Cukrik di Kecamatan Juwana Tidak Melaut



Reporter:    /  @ 02:36:10  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

PATI – Aturan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan menggunakan jeriken ternyata membuat sejumlah nelayan mengalami kesulitan. Ratusan nelayan di Kecamatan Juwana terpaksa tidak melaut karena tidak bisa mengisi bahan bakar.

Ketua Serikat Nelayan Pati (Snepi) Daslan mengatakan, untuk nelayan tradisional yang menggunakan perahu cukrik atau tempel terimbas dari pembatasan BBM tersebut. Dengan spesifikasi perahu seperti itu, mereka akan kesulitan jika mengisi di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).

”Sementara, saat mereka hendak membeli dengan jeriken di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), juga tidak diperbolehkan karena ada pembatasan,” kata Daslan kepada Koran Muria, Selasa (14/10).

Hal itu tentu membingungkan sejumlah nelayan kecil. Padahal untuk kebutuhan BBM, nelayan cukrik itu hanya sekitar 10 liter untuk satu harinya. Jumlah tersebut sangat kecil, karena jangkauan nelayan cukrik biasanya tidak begitu jauh.

”Tapi meskipun kecil, bila tidak terpenuhi tentu juga menyulitkan. Padahal di Juwana ada lebih dari 300 nelayan cukrik. Dari jumlah tersebut, paling banyak tersebar di Banyutowo dan Batangan,” ujarnya.

Untuk menyiasatinya, saat ini banyak nelayan yang terpaksa membeli BBM dari kapal besar. Cara lain, membeli BBM dengan kendaraan. Setelah mengisi penuh kendaraan, mereka lalu memindah BBM tersebut ke perahunya. Selain menyita waktu, hal tersebut tentu dinilai begitu merepotkan.

”Bahkan adapula yang memilih untuk tidak berlayar. Jika kondisi ini terus berkepanjangan, tentu kasihan. Sebab, melaut sudah menjadi mata pencaharian masyarakat Pati bagian utara,” ungkapnya.

Pihaknya berharap pemerintah lebih memperhatikan nelayan kecil tersebut. Minimal dengan diberikannya surat rekomendasi kepada ratusan nelayan tradisional. ”Harapan kami memang ada fasilitas dari pemerintah untuk mempermudah nelayan dalam mendapatkan surat rekomendasi tersebut,” pungkasnya. (Syamsul Falak / Sundoyo Hardi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →