Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

GP Ansor Ditantang Hidup Sederhana



Reporter:    /  @ 02:32:43  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid saat melantik PW GP Ansor Jateng di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang, Senin (13/10), malam. (KOMA/Ahmad Feri)

REMBANG – Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri menantang Gerakan Pemuda (GP) Ansor, untuk menerapkan pola hidup sederhana. Ulama kharismatik yang akrab disapa Gus Mus itu meminta kepada Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah yang baru dilantik untuk menjadi pelopor gerakan hidup sederhana di tanah air.

Menurut Gus Mus, pola hidup sederhana mampu menjawab sejumlah persoalan bangsa, terutama perilaku korupsi di negeri ini. Sebab hasrat untuk kaya dan berkuasa yang berlebih-lebihan, telah terpatri sebagai gaya hidup bagi sebagian masyarakat Indonesia.

”Saya pernah menantang Pak Nusron, Ketua Umum PP GP Ansor untuk mempelopori gerakan hidup sederhana. Waktu itu, langsung dijawab sanggup. Ansor berani mestinya, sebab kalau tidak diterapkan, kondisi Indonesia akan tetap kisruh seperti saat ini,” tutur Gus Mus di hadapan para pengurus baru PW GP Ansor Jawa Tengah yang dilantik di halaman Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang, Senin (13/10), malam.

Gus Mus juga menyebut, keinginan untuk kaya dan berkuasa secara berlebih-lebihan merupakan hasil dari pendidikan di era Orde Baru. Menurutnya, saat Orde Baru, yang paling kaya dan berkuasa adalah Presiden Soeharto. 

’Selama 32 tahun, dia memberikan contoh kaya dan berkuasa begitu lama. Maka ketika reformasi seperti sekarang pun mulai bermunculan ”Soeharto”. Tidak hanya satu, tetapi hampir setiap orang ingin kaya dan berkuasa, ini berlebihan,” ujarnya.

Gus Mus berharap, pengurus baru PW Ansor Jateng yang kini dipimpin oleh KH Abu Khafsin mampu bertanggungjawab kepada Allah, umat, bangsa, dan negara Indonesia. Mereka juga diingatkan, bahwa Ansor adalah anak sulung Nahdlatul Ulama. 

Dalam kesempatan itu, Gus Mus tidak memberikan ucapan selamat kepada pengurus baru PW Ansor Jawa Tengah. Dia menekankan, duduk sebagai salah satu pengurus Ansor merupakan sebuah tanggung jawab yang tak dinilai secara materi. 

”Anda (GP-Red) itu anak mbarepnya NU. Anda harus tahu bapak ibu sampean. NU merupakan induk

kyai pesantren, organisasi pesantren, dan mayoritas pesantren berada di desa. Kita itu kaum tradisional,” katanya.

Meski merupakan organisasi orang desa, Gus Mus berharap agar Ansor tak menjadi rendah diri. Dia meminta Ansor menyebarkan paham yang baik dari desa ke kota. ”Orang desa itu sering bergumul dengan tanah dan air, sehingga mereka tidak pernah lupa dengan Tanah Air-nya,” ucapnya.(Ahmad Feri/Sumarni)

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →