Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

PKS Terima Rp 1 M dari Rina



Reporter:    /  @ 02:19:19  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima Rp 1 miliar atas dukungan yang diberikan terhadap terdakwa korupsi dana subsidi perumahan Griya Lawu Asri Kabupaten Karanganyar Rina Iriani. Dana itu diterima ketika Rina Iriani mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar periode 2008-2012.

Hal tersebut diungkapkan tiga politikus PKS yang dimintai keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa (14/10) kemarin. Saksi Sri Hartono yang pada tahun 2008 lalu menjabat sebagai Ketua PKS Kabupaten Karanganyar membenarkan adanya bantuan dana sebesar Rp 1 miliar tersebut. ”Dananya diberikan bertahap, tidak tahu uang itu berasal dari mana,” kata anggota DPRD Kabupaten Karanganyar itu, dikutip Antara.

Ia menuturkan, dana sebesar Rp 400 juta diberikan sebelum pemilihan adik Rina Iriani yang bernama Sapto Nugroho. Dalam dukungan yang diberikan PKS terhadap Rina Iriani untuk maju di periode keduanya itu, terdapat kontrak politik yang ditandatangani. Namun, kontrak politik tersebut tidak membahas ”mahar” Rp 1 miliar yang akan diberikan kepada PKS. 

Pernyataan serupa disampaikan pengurus Dewan Pimpinan PKS Wilayah Jawa Tengah Madi Mulyana. Menurut dia, dana tersebut merupakan konsekuensi dari dukungan PKS terhadap Rina tidak langsung diberikan seutuhnya sebelum pemilihan.

Ia menjelaskan, uang sebesar Rp 400 juta diberikan sebelum pemilihan. Sedangkan Rp 600 juta sisanya diterima sesudah Rina dilantik menjadi bupati. Mantan anggota DPRD Jawa Tengah itu mengaku menagih langsung kekurangan uang Rp 600 juta kepada Rina Iriani usai dilantik. 

Meski mendapat bantuan dana yang dipergunakan untuk kepentingan pemenangan dalam pemilihan bupati, Madi juga tidak mengetahui dari mana sumber uang tersebut. ”Sebelum dibayar sempat empat kali bertemu. Berkali-kali komunikasi lewat SMS,” ujarnya.

Sementara itu, Rina Iriani dalam tanggapannya atas pernyataan para saksi itu menyatakan tidak mengetahui perihal penyerahan uang ”mahar” tersebut. ”Saya hanya sekali ke kantor PKS saat penandatanganan kontrak politik,” ucap Rina dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dwiarso Budi tersebut.

Disinggung mengenai isi kontrak politik tersebut, Rina menjelaskan, kontrak politik itu berisi komitmen untuk membangun Karanganyar jika nantinya terpilih. (Sundoyo Hardi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →