Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Jelang Kejuaraan, Latihan Gerak Jalan Diintensifkan



Reporter:    /  @ 02:13:39  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

Atlet gerak jalan menyelesaikan perlombaan yang digelar rutin setiap tahun. Kudus mengintensifkan atletnya untuk melakukan latihan seiring kian dekatnya perlombaan di Wonogiri.

KUDUS – Pengkab Persatuan Atlet seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kudus  mengintensifkan latihan bagi atlet gerak jalan . Hal itu seiring kian dekatnya perlombaan gerak jalan dalam menyambut hari Sumpah Pemuda. Sedianya, even itu akan diadakan pada 22-23 Oktober di Kabupaten Wonogiri.

Ketua Harian Pengkab PASI Kudus Firdaus mengatakan, atlet menjalani latihan secara intensif. Latihan  dibagi menjadi dua waktu setiap hari. ”Yaitu dari pukul 08.00 dan pukul 15.00. Rencananya, porsi latihan akan ditambah kembali,” kata Firdaus kepada Koran Muria.

 Dengan latihan yang kian intensif, dia berharap kekompakan tim akan lebih baik. Sebanyak 12  atlet telah disiapkan untuk mengikuti lomba. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) sudah menyaring sejumlah atlet untuk mengikuti lomba gerak jalan sepajang 28 KM itu. Terlebih, keikutsertaan mereka amat penting mengingat even itu diikuti kota dan kabupaten se-Jawa Tengah.

Pengkab PASI Kudus berharap atletnya akan meraih prestasi bagus. Tidak heran jika mereka menargetkan atletnya bisa meraih peringkat satu. Atau setidaknya atlet Kudus bisa meraih peringkat kedua.

 Even ini merupakan agenda rutin.  Kudus hampir setiap tahun mengambil bagian di even tersebut. Namun yang berbeda adalah metode penilaian. Untuk tahun ini, lanjut dia, penilaian utama ada pada ketepatan dalam gerakan. Pada tahun lalu,  penilaian menitikberatkan pada segi kecepatan. Pada tahun lalu, tim gerak jalan Kudus mendapatkan peringkat 2. 

Target utama yang realistis wajib didapat tim gerak jalan Kudus. Karenanya, tim gerak jalan PASI sudah siap menjalani perlombaan tersebut.

Total peserta yang telah mendaftarkan diri sebanyak 35 peserta dari seluruh kota di Jawa Tengah. Untuk pesaing terberat, menurutnya, adalah atlet dari Blora, Salatiga, Kendal, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang. Diketahui, tahun lalu Blora berhasil menjadi juara.

”Persaingan sangatlah ketat karena dari beberapa kota pasti akan menyiapakan diri lebih baik untuk meraih juara. Terlebih Blora yang statusnya adalah juara bertahan,” ungkap Firdaus.

 Meski demikan, Blora juga tidak mudah untuk mempertahankan juara. Mengingat, setiap kota telah melakukan persiapan yang tidak kalah matang. ”Terutama dari Kudus,” pungkasnya. (Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →