Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Truk Tangki Jual Solar Eceran, Ditangkap



Reporter:    /  @ 01:49:09  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Sebuah truk tangki bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina, ditangkap jajaran Satintelkam Polres Kudus, Selasa (14/10). Pasalnya, sang sopir diduga telah menjual BBM jenis solar yang dibawanya, secara ilegal. 

Penangkapan itu dilakukan di Jalur Lingkar Selatan (JLS), tepatnya di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo. Sebanyak dua unit truk tangki ditangkap petugas, bersama dengan sopirnya masing-masing.

Dua orang sopir truk tangki yang ditangkap tersebut, diketahui baru selesai mengantarkan BBM jenis solar ke daerah Tayu, Kabupaten Pati. Dalam perjalanan pulang ke Semarang, sopir truk berhenti di warung makan yang berada di JLS Kudus.

Saat berhenti di warung tersebut, menurut keterangan salah seorang sopir truk bernama Ari Diyanto, 31, warga Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), dirinya menjual solar hasil pengumpulan sisa-sisa bahan bakar yang dimuatnya tersebut. ”Setelah diantarkan ke lokasi, kemudian ada sisanya di dalam tangki, lantas saya kumpulkan. Kemudian saya jual ke pemilik warung,” terangnya.

Dikatakan Ari, selama empat hari pengiriman yang dilakukan, dirinya bisa mengumpulkan kurang lebih 80 liter solar. Lantas, solar itu kemudian dijual ke pemilik warung yang ada di pinggir jalan, dengan harga Rp 4 ribu per liternya. Bandingkan dengan harga solar resmi yang dipatok seharga Rp 5.500 per liternya.

Menurut Ari, uang penjualan solar secara ilegal itu, digunakan untuk membeli makan. Pasalnya, dirinya tidak mendapatkan uang transport dan uang makan dari PT Pertamina. ”Terpaksa saya jual solar sisa ini. Karena kantor tidak memberi uang makan. Gajian saya bulanan dan ditransfer ke rekening secara langsung,” kata pegawai tetap PT Pertamina tersebut.

Setiap kali pengiriman solar menggunakan tangki berkapasitas 24 ribu liter, Ari mampu mengumpulkan solar 20 liter per hari. Untuk bisa mendapatkan solar sisa pengiriman, Ari menyetel ulang meteran truk agar lebih irit. ”Saya menyetel ulang meteran bahan bakar agar irit. Kalau boros, saya tidak bisa makan,” katanya.

Selain Ari, Satuan Intelkam Polres Kudus juga menangkap sopir truk tangki lain, yaitu Bangkit Kristianto, (31), warga Jalan Pengapon, Desa Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Semarang. Dia adalah sopir truk tangki bernomor L 9241 UG. Kedua sopir tersebut menjual solar sisa bahan bakar truk ke pemilik warung yaitu Sutomo (57), warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo.

Dari pengakuannya, Sutomo sudah melakukan usaha jual beli solar secara ilegal ini selama 1,5 tahun. Setiap hari, dirinya bisa mendapatkan solar dari para sopir truk tangki BBM, antara 40 liter sampai 80 liter. ”Kadang juga tidak dapat solar kalau tidak ada sopir yang menjual. Solar itu saya beli Rp 4 ribu per liter dan saya jual lagi Rp 5 ribu per liter ke sopir truk lain,” kata Sutomo.

Kasat Intelkam Polres Kudus, AKP Mulyono mengatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat, bahwa ada aktivitas penjualan solar secara ilegal yang dilakukan sopir truk tangki BBM ke sebuah warung di JLS Kudus. ”Setelah kami lakukan patroli, kami melihat aktivitas mencurigakan di lokasi yang dimaksud. Di situ ada sopir truk tangki yang sedang memindahkan solar ke jeriken,” terangnya.

Dari lokasi kejadian penangkapan sopir truk tangki Pertamina tersebut, petugas mengamankan barang bukti 12 buah jeriken cokelat masing-masing berisi 20 liter, 5 buah jeriken biru masing-masing berisi 30 liter, dan 1 drum yang berisi 200 liter. ”Total solar ilegal yang kita amankan sebagai barang bukti sebanyak 590 liter solar. Selain itu kita amankan 2 mobil tangki BBM, 2 sopir, 1 kernet, dan pemilik warung,” jelasnya. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →