Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

PTHP Pertanyakan Kasus K2 yang Ada di Kabupaten Pati



Reporter:    /  @ 01:39:03  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

Ketua PTHP Untung Raharjo menunjukkan berkas laporan usai menemui Kasat Reskrim Polres Pati, Selasa (14/10) kemarin. PTHP menanyakan perkembangan kasus pemalsuan data K2. (KOMA / Syamsul Falak)

PATI – Belasan tenaga honorer yang tergabung dalam Persatuan Tenaga Honorer Pati (PTH) kembali mendatangi Polres Pati, Selasa (14/10) kemarin. Kedatangan mereka bertujuan  untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan pemalsuan data tenaga honorer K2 atas terlapor Eni Ismawati.

Ketua PTHP Untung Raharjo bersama semua anggota PTHP lainnya akan terus melakukan pengawalan jalannya proses hukum  hingga kasus ini selesai. Selain itu, PTH juga mendesak pihak kepolisian benar-benar serius menangani kasus pemalsuan data tersebut.

”Sejak dilaporkan perkara ini 6 bulan yang lalu atau April 2014, hingga saat ini laporan tersebut belum ada perkembangan. Polisi sampai sekarang juga belum menetapkan tersangka di kasus ini,” kata Untung Raharjo. 

Menurutnya, bukti-bukti yang disampaikan ke pihak kepolisian sudah cukup jelas dan lengkap. Terlapor Eni Ismawati sengaja mengubah masa pengabdiannya saat menjadi seorang guru wiyata bakti di SD Sitimulyo 02 Kecamatan Puncakwangi. 

”Dari data yang kami peroleh, saudari Eni Ismawati sebenarnya mulai wiyata bakti di SD Sitimulyo 02 TMT ( Terhitung Mulai Tanggal)  sejak tanggal 1 Desember 205 tetapi yang bersangkutan sengaja mengubah data tersebut menjadi 1 Desember 2004 agar dpat memenuhi syarat sebagai tenaga honor K2 dan bisa mengikuti tes CPNS,”  ungkap Untung.

Semenatara itu, Kasat Reskrim Polres Pati, AKP Agung Setyo Budi Utomo memastikan tidak akan main-main dalam menangani kasus ini. Upaya untuk mengungkap benar dan tidaknya dugaan tersebut terus dilakukan. Selain itu, polisi juga ingin memastikan apakah laporan yang disampaikan memenuhi unsur tindak pidana atau tidak.

”Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami telah meminta keterangan kepada sejumlah saksi karena untuk menangani kasus. Ini tidak boleh gegabah, harus pasti dan jelas,” ujar Agung.

AKP Agung juga menambahkan, setidaknya dalam kasus ini pihaknya telah memanggil sedikitnya 12 saksi untuk dimintai keterangan terkait dugaaan manipulasi data oleh terlapor. Namun, sejauh ini belum ada saksi yang bisa membuktikan bahwa terlapor telah memanipulasi data sabagaimana yang disampaikan oleh pelapor.

”Tidak kita tetapkan terlapor sebagai tersangka bukan berarti kasus ini tidak ada proses. Saksi yang kami panggil antara lain rekan-rekan terlapor yang juga mengajar di SD Sitimulyo dan sejumlah muridnya yang pernah diajarnya,” imbuhnya.

Dari keterangan para saksi, terlapor memang sudah mengajar sejak 2004. Meski demikian, dalam proses penanganan kasus ini masih ada tahapan pemeriksaan saksi-saksi lainya. ”Jika nanti terbuti bersalah, pasti terlapor kami tetapkan sebagai tersangka. Tetapi jika tidak terbukti, ya kasus ini terpaksa kita hentikan,”  imbuhnya. (Syamsul Falak / Sundoyo Hardi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →