Loading...
You are here:  Home  >  Seni & Budaya  >  Artikel ini

Air Waduk Bentolo Aman



Reporter:    /  @ 01:33:21  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

BLORA – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Blora BLH menyatakan, jika kualitas air di Waduk Bentolo yang dilaporkan warga tercemar dalam kondisi baik. Waduk yang berada di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan itu tidak tercemar limbah dari PT Gendhis Multi Manis (GMM), seperti yang dilaporkan warga beberapa waktu lalu. Hal itu terbukti, setelah dilakukan survei langsung bersama Tim Pemantauan Lingkungan (TPL) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Dikutip dari situs resmi pemkab, BLH bersama TPL BBWS Pemali Juana datang ke pabrik gula yang dikelola PT GMM, Senin (13/10). Tujuannya, untuk melihat pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan-Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) di GMM. Tim pemantau diterima General Manager PT GMM Edy Winoto.

”Pengelolaan lingkungan hidup kegiatan operasional di PG Blora, sudah dilaksanakan dan sesuai dengan komitmen RKL yang sudah ada. Kondisi waduk Bentolo menunjukkan kualitas air yang baik, tidak berbau dan tidak berwarna,” kata Edy didampingi Humas GMM Wahyu Agus Siswoyo.

Wahyu menambahkan, IPAL dan waduk pengolahan air dibuat dengan lapisan cor dan teknologi geo membran. Selain itu, dibuat sirkulasi sistem tertutup, agar pengelolaan air sisa produksi ramah lingkungan. ”Kami berusaha, agar kegiatan produksi tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ujarnya.

Diketahui, warga sejumlah desa di Kecamatan Todanan mengeluhkan adanya limbah dari pabrik gula milik PT GMM. Akibatnya, limbah pabrik itu diduga masuk ke sumber air warga. Sehingga, membuat air berubah menjadi berwarna kemerahan dan berbau tak sedap. Semua itu dimulai, sejak pabrik gula tersebut mulai giling. Pencemaran limbah juga masuk ke sumber air yang digunakan PDAM di Waduk Bentolo. Sehingga, air yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan PDAM, juga berwarna kemerahan dan berbau.

BLH Blora yang mendapat laporan itu, segera turun tangan dan menangani persoalan limbah pabrik gula milik PT GMM. Tim bentukan BLH tersebut, kemudian meninjau lokasi dan mengambil sampel air untuk diteliti.

”Pengambilan sampel air itu, untuk memastikan apakah ada pencemaran atau tidak. Saat ini, sampel air sudah dikirim ke laboratorim BLH Provinsi Jateng. Mudah-mudahan, hasilnya segera keluar dan kami akan umumkan ke publik,” kata Kepala BLH Wahyu Agustini. (Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →