Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Jelang MT 1, Kuota Pupuk di Wilayah Grobogan Ditambah 33.938 Ton



Reporter:    /  @ 01:30:03  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

GROBOGAN – Petani di wilayah Grobogan merasa lega atas penambahan kuota pupuk bersubsidi sebanyak 33.938 ton. Dengan adanya penambahan tersebut, petani tidak lagi khawatir kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi seperti beberapa waktu lalu. Apalagi sekitar akhir Oktober mendatang sudah masuk musim tanam pertama (MT 1).

“Beberapa bulan lalu kami sempat kesulitan mencari pupuk. Bahkan tidak jarang petani di daerah sini mencari pupuk sampai ke kecamatan tetangga. Kami senang menjelang MT 1, pemerintah menambah jatah pupuk,” kata salah seorang petani di Penawangan, Ningsih (40), kemarin.

Jika tidak ada penambahan kuota pupuk, lanjut dia, maka petani terancam mengalami krisis pupuk bersubsidi. Bahkan kalaupun ada, harganya meroket atau jauh lebih tinggi dari harga biasanya. Padahal mulai penyemaian bibit hingga menjelang panen, petani sangat membutuhkan pupuk. 

“Kami berharap pemerintah menjamin ketersediaan pupuk sebelum musim tanam pertama hingga masa panen tiba. Sehingga tanaman subur dan hasil panen melimpah. Jangan sampai petani kelimpungan mencari pupuk ke daerah lain,” harapnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinpertan TPH) Kabupaten Grobogan menjamin stok pupuk bersubsidi untuk kebutuhan bertani cukup hingga akhir tahun 2014. Hal itu menyusul adanya tambahan kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Sehingga kini petani tidak lagi kesulitan mencari pupuk bersubsidi.

Kepala Dinpertan TPH Grobogan Edhie Sudaryanto mengatakan, tahun ini pihaknya mendapatkan tambahan jatah pupuk 33.938 ton. Sedangkan alokasi sebelumnya sebanyak 152.288 ton hanya bisa mencukupi sampai Oktober 2014. 

Edhie menjelaskan, dengan luas areal pertanian di wilayah Grobogan yang mencapai 80.348 hektare, maka tambahan pupuk tersebut cukup hingga dua bulan ke depan. Tambahan jatah pupuk akan digulirkan pada masa tanam yang berlangsung antara November-Desember.

”Beberapa waktu lalu, para petani memang sempat kebingungan lantaran kesulitan mencari pupuk bersubsidi. Tapi dengan adanya tambahan jatah pupuk itu, kini sudah bisa teratasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kuota pupuk tahun 2014 untuk Kabupaten Grobogan sebanyak 152.288 ton. Terdiri atas 59.359 ton urea, 12.665 ton SP36, 25.795 ton NPK, 15.291 ton petroganik dan 5.240 ton Za. 

Pada anggaran perubahan, jatah beberapa jenis pupuk bersubsidi tersebut mendapatkan tambahan masing-masing urea 14.997 ton, SP36 2.861 ton, NPK 9.411 ton, petroganik 3.183 ton, dan Za ditambah 3.486 ton.

Sedangkan pada tahun 2013 jenis pupuk urea mendapatkan 72.700 ton. Selain itu, empat jenis pupuk juga dikurangi yakni pupuk SP36 tahun lalu 14.235 ton, NPK Phonska 27.411 ton, pupuk Za 7.867 ton dan pupuk petroganik 16.078 ton. (Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →