Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Pentingnya Peringatan Hari Kesehatan Jiwa



Reporter:    /  @ 01:23:48  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

Di Indonesia, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia baru mulai ditetapkan pada tahun 1993. Misi yang dibawa adalah untuk menghormati hak ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan), memperluas program pencegahan masalah kesehatan jiwa, mendekatkan akses kesehatan pada masyarakat, memperluas cakupan pelayanan, dan meningkatkan upaya kesehatan jiwa secara optimal.

Sungguh suatu misi yang luar biasa, dan misi yang dicanangkan pada tahun 1993 ini pun, masih menjadi misi yang harus diperjuangkan hingga saat ini. Maka Fakultas Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan aksi dan seminar regional kesehatan jiwa, bertemakan ”Jiwa yang Sehat untuk Prestasi Optimal”. 

Kegiatan aksi oleh belasan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi UMK itu, dilaksanakan pada 10 Oktober yang dimulai dari perempatan Jalan Panjang, menuju ke Alun-alun Kudus. Tujuan dari aksi tersebut adalah mengkampanyekan Hari Kesehatan Jiwa. Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan tidak semua orang di Indonesia memiliki jiwa yang sehat.

Koordinator aksi BEM Psikologi Didik Kurniawan mengungkapkan, dua dari seribu orang di Indonesia mengalami gangguan jiwa. Tak hanya gangguan jiwa biasa, melainkan gangguan jiwa tingkat berat.

”Penyakit jiwa berat yang dialami oleh sebagian warga Indonesia, merupakan gangguan berat jenis Skizofrenia (ODS). Dan jumlahnya akan semakin besar, karena menurut perhitungan, 1,7 per mil orang di Indonesia mengalami gangguan tersebut,” katanya kepada Koran Muria.

Didik mengatakan, Skizofrenia merupakan suatu gangguan kejiwaan kompleks dimana seseorang mengalami kesulitan dalam proses berpikir. Sehingga menimbulkan halusinasi, delusi, gangguan berpikir dan bicara atau perilaku yang tidak biasa atau yang lebih dikenal sebagai gejala psikotik.

Ia menuturkan, gejala ini sudah menyebar ke semua penduduk dunia. Semuanya mengalami kondisi yang parah. Bahkan sebanyak 26 juta ODS sedunia, tidak mendapatkan akses perawatan yang memadai. Padahal gejala tersebut harus segera teratasi.

”Maka atas kepedulian akan hal tersebut, kami sebagai generasi muda mensosialisasikannya kepada masyarakat Kudus lewat aksi ini. Sekaligus kami mengajakan para akademisi dan masyarakat, untuk mengikuti seminar yang mengulas lebih lanjut tentang kesehatan jiwa,” paparnya.

Ia menambahkan, betapa pentingnya adanya peringatan hari kesehatan jiwa yang diperingati pada 10 Oktober. Karena hal itu, mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa.  (Titis Ayu)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →