Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Berdakwah untuk Kemajuan Bangsa



Reporter:    /  @ 01:16:43  /  15 Oktober 2014

    Print       Email

Oleh: Irfan Jamallullail

Mahasiswa Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang

 

 

“Dan hendaklah ada di antara kamu golongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah terhadap yang mungkar, merekalah orang-orang yang menang” (QS Ali Imron : 104)

Berbicara tentang dakwah merupakan hal yang tak asing lagi. Dakwah dalam kacamata Islam merupakan salah satu kegiatan dalam rangka menyebarkan Agama (Islam) dengan tujuan memperdalam kembali tentang hakikat-hakikat Agama Islam. Dakwah juga merupakan hal yang paling berpengaruh dalam ekspansi wilayah Islam. Jika melihat dari historis, Agama Islam dapat berkembang pesat hingga tersebar di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia salah satunya yaitu dengan melalui jalan dakwah. Jadi wajar saja apabila dakwah mendapatkan tempat penting di dalam Islam.

 

Memahami dari dari pesan ayat di atas sudah jelas bahwa adanya perintah untuk berdakwah dan membuat suatu golongan ataupun membuat organisasi (baca : partai) khususnya di kalangan kaum Islam sendiri, yang dengan golongan tersebut akan menyeru terhadap kebajikan, bahkan terlebih lagi dapat menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah terhadap yang mungkar. 

Untuk dapat mewujudkan suatu golongan yang dapat mengimplementasikan  amar ma’ruf nahi mungkar secara optimal, efektif dan terorganisasi membutuhkan suatu wadah yaitu politik. Sebab, di Indonesia sendiri sistem yang dianut yaitu sistem trias politika eksekutif, legislatif dan yudikatif dengan  UUD 1945 sebagai pedomannya. Di dalam sistem ini, rakyat tidak dapat langsung menyampaikan apresiasi, kritik atau pun saran tentang pemerintahan secara langsung, akan tetapi harus melalui aturannya sendiri. Yaitu saran dari masyarakat ditampung melalui lembaga yang telah ditentukan yaitu lembaga legislatif sebagai wakil rakyat di dalam pemerintahan dan baru kemudian lembaga legislatif merumuskan bagaimana tindakan kedepan dalam menanggapi sara dari masyarakat. Dan untuk dapat masuk menjadi anggota legislatif harus dari partai politik tidak bisa dilakukan apabila dengan independen.  Maka dari itu, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah terhadap yang mungkar tidak dapat terealisasi tanpa adanya organisasi (parpol) yang kuat. Karena, dengan organisasi yang kuat dan besar kemungkinan untuk dapat masuk dalam tatanan pemerintahaan terbuka lebar.

Tantangan islam

Dewasa ini, anggapan tentang orang yang berkecimpung dalam dunia politik semuannya dianggap negatif. Memang anggapaan ini tidak dapat disalahkan apabila melihat kenyataan di lapangan. Begitu banyak para politisi yang tersangkut banyak kasus seperi KKN dan masih banyak yang lainnya, sedangkan orang yang baik yang ada di pemerintahan paling hanya 10%. Hal ini yang membuat stigma masyarakat bahwa politik terkesan hanya diisi dengan orang-orang yang tidak baik meskipun ada segelintir orang yang masih sadar. Melihat kenyataan ini, lalu di manakah orang-orang baik? 

Apabila stigma seperti itu terus diyakini oleh halayak umum, maka sudah pasti yang di pemerintahan hanya akan diisi oleh orang-orang yang jahat saja dan hanya akan dapat memudahkan mereka dalam melakukan penyelewengan. Apakah kita hanya akan membiarkannya saja? Melihat kejahatan terus merajalela. Korupsi terjadi di mana-mana. Maka dari itu, di sinilah dibutuhannya orang-orang baik yang dapat membenahi politik dan segala aspek yang ada di Negara tercinta ini. Bukankah Allah juga telah menyuruh agar kita melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar seperti dalam firmannya  “Dan hendaklah ada diantara kamu golongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah terhadap yang mungkar”(QS  Ali Imron : 104) di ayat lain Allah berfirman “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” (QS Ali Imron : 110). Harus ditanamkan dalam diri masyarakat menjadi politisi merupakan pekerjaan yang mulia. Politisi sebagai orang yang bergelut dalam dunia politik dan berkuasa dalam pemerintahan mempunyai peran sangat penting. Karena memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas orang banyak. Ingat pahala paling besar adalah bagi politisi namun,  dosa yang paling besar juga adalah poiltisi. Sebab, politisi mempunyai wewenang dalam menentukan suatu kebijakan yang mencangkup terhadap masyarakat banyak. Apabila kebijakan yang diambil sesuai syariat dan mensejahterkan rakyat, maka pahala seluruh orang banyak baginya, dan begitu juga sebaliknya.

Di dalam perjalanan dakwah pasti akan dihadapkan dengan permasalahan-permaslahan baik dari orang luar maupun dari dalam. Apalagi di dalam kehidupan politik sekarang ini, tidak mengenal kawan ataupun lawan. Apabila berhubungan dengan ideologi politiknya yang berbeda maka yang semula dekat bisa menjadi jauh, saudara jadi musuh dll. Inilah yang menjadi PR bagi semua pihak untuk dapat amar ma’ruf nahi mungkar khususnya bagi para poilitisi yang memilki wewenang. Terkadang apabila melihat kebathilan yang sedang terjadi hanya dapat melihat toh tanpa adanya tindakan lanjut yang dilakuan saking begitu terorganisirnya kebathilan tersebut.  

A. M Fatwa mengatakan sebenarnya kegiatan dakwah bisa diartikan sebagai kegiatan politik dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar. Sedangkan kegiatan politik juga merupakan kegiatan dakwah dalam arti luas. Keduanya tidak dapat dibedakan secara samar akan tetapi hakekatnya tidak dapat dipisahkan. Memisahkan dakwah dengan politik sama saja dengan memisahkan agama dengan salah satu aspek kehidupan. Dan karena politik dapat diidentikkan dengan kenegaraan maka memisahkan agama dengan politik bisa diartikan pemisahan agama dengan negara. Dewasa ini, setiap orang tidak dapat hidup tanpa negara dan politik. Dan salah besar apabila  kegiatan agama (dakwah) dipisahkan dengan politik. Memisahkan keduanya sama saja dengan memisahkan gula dengan manisnya. 

Wallahu a’lam bi  al-showab. (*)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →