Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

UMK Kudus Rp 1,38 Juta?



Reporter:    /  @ 02:58:01  /  14 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dikabarkan sudah menetapkan besaran nominal Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kudus untuk tahun 2015. Nilainya adalah sebesar Rp 1.380.000 per bulannya.

Penetapan UMK 2015 tersebut, menurut informasi, ditetapkan pada rapat yang digelar jajaran pemkab di kantor Setda Kudus, kemarin (13/10). Rapat itu sendiri, digelar tanpa kehadiran beberapa pihak terkait. Yakni Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) maupun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kudus.

Hanya saja, Kepala Dinas  Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kudus Luthful Hakim yang diketahui mengikuti rapat tersebut, menolak memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut. ”Besok saja, ya. Kalau sekarang tidak bisa (ngomong, red),” katanya singkat saat dihubungi Koran Muria, kemarin. 

Informasi tersebut justru datang dari anggota Dewan Pengupahan Kudus Bin Subiyanto. Memang yang bersangkutan tidak mengikuti rapat yang digelar kemarin. Namun, pihaknya mendapatkan informasi dari peserta rapat, bahwa UMK Kudus 2015 sudah ditetapkan sebesar Rp 1.380.000.

”Saya memang tidak ikut rapat. Tapi, saya mendapat informasi bahwa UMK Kudus memang sudah disepakati kemarin. Besarannya sejumlah Rp 1,38 juta. Pemkab sudah sepakat soal itu. Sekali lagi, nominal itu adalah kabar yang saya terima dari mereka yang ikut pembahasan tadi,” kata Bin, kepada Koran Muria.

Usai pertemuan untuk membahas kesepakatan nilai UMK tersebut, menurut Bin, memang ada yang kemudian memberikan kabar kepada dirinya. Pasalnya, dirinya juga tidak bisa hadir dalam pertemuan, karena sedang keluar kota untuk sebuah urusan.

Dalam pembahasan yang dilakukan kemarin, kata dia, dihadiri juga oleh Bupati Kudus H Musthofa. Hingga akhirnya muncul kesepakatan pada angka tersebut. Sedangkan mengenai jadwal pengumuman resminya, belum diketahui kapan waktunya.

”Yang saya tahu berdasarkan informasi yang saya dapat, pembahasan kemarin dilakukan di gedung lantai empat Setda Kudus, dan dilakukan siang hari. Namun mengenai siapa saja yang hadir, saya tidak tahu secara persisnya,” ujarnya.

Menurut dia, dengan penetapan UMK tersebut, maka pihaknya meyakini jika dari SPSI tidak akan menerimanya. Sebab usulan SPSI untuk UMK Kudus senilai Rp 1,5 juta. Dan pihaknya percaya jika nantinya, SPSI akan terus memperjuangkannya agar usulan itu bisa tercapai.

”Kalau saya yakin SPSI akan berjuang agar usulannya diterima. Karena kan, memang tidak sesuai dengan usulan mereka. Jadi, SPSI saya pikir tidak akan menerimanya. Jika memang UMK Kudus 2015 nanti itu nilainya segitu, ya,” paparnya.

Sebelumnya Bin menjeaskan, penetapan UMK Kudus selalu molor dari jadwal yang dilakukan. Dari survei kebutuhan hidup layak (KHL) yang dilakukan oleh Tripartit, juga sampai harus dilakukan hingga dua kali. Karena ada kesalahan dalam mencantumkan poin kos, yang hanya Rp 150 ribu pada survei pertama. ”Dan akhirnya menjadi Rp 250 ribu pada survei kedua,” katanya.

Bin juga mengatakan, pihak Apindo dan SPSI juga pernah dipertemukan dengan bupati beberapa waktu yang lalu. Namun pertemuan itu tidak menghasilkan angka atau kesepakatan mengenai nominal UMK Kudus.

Hal itu dikarenakan kedua belah pihak masih tetap kaku dengan usulannya masing-masing. Yakni Apindo pada angka Rp 1,3 juta, dan SPSI pada angka Rp 1,5 juta. Akibatnya usulan UMK 2015 harus ditunda. Sampai akhirnya kemarin, dikabarkan sudah ditetapkan nominal UMK-nya. (Faisol Hadi / Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →