Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Pelunasan Gaji Pemain Persikaba Blora Tak Jelas



Reporter:    /  @ 01:53:32  /  14 Oktober 2014

    Print       Email

Para pemain Persikaba melakoni laga Liga Nusantara Jateng di Stadion Kridosono Blora. Manajemen mengaku kesulitan melunasi pembayaran gaji pemain lantaran dana mereka minim.

BLORA – Manajemen Persikaba Blora menyatakan pelunasan gaji pemain belum jelas. Sebab sampai sekarang, manajemen belum mendapatkan titik cerah terkait sumber dana yang bisa mereka dapatkan untuk melunasi kekurangan pembayaran gaji.  

Padahal para pemain Persikaba telah mampu membawa klubnya menjadi finalis Liga Nusantara Jateng 2014. Meski mereka harus kalah menyakitkan dari Persekap Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, para pemain Persikaba belum menerima gaji penuh. Mereka masih menerima setengah dari jumlah gajinya. Manajemen pun mengeluhkan kesulitan untuk mencari dana. “Kami belum tahu sampai kapan bisa melunasi gaji pemain,” kata Agung Waskito, Ketua Umum Persikaba dihubungi Koran Muria, kemarin.

Sampai sekarang, manajemen harus pontang-panting mencari pinjaman. Karena dana pembinaan minim. ”Gaji pemain sudah kami bayarkan setengah. Seluruh pemain sudah menerima,” ujarnya.

Jumlah itu, kata Agung, sesuai dengan jumlah dana pembinaan yang diterima dari KONI. Karena pencairan molor, maka KONI baru mencairkan dana ke seluruh cabang olahraga (cabor) setengah dari dana yang harus diterima tahun ini. 

Hal itu memang sesuai ketentuan yang diterapkan Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Blora. Yakni instansi atau lembaga yang memverfikasikan usulan pencairan dana. ”Setelah SPJ tahap pertama selesai, baru bisa mengajukan pencairan tahap kedua,’’ tambah Agung.

Dia menyebut, untuk pemain luar daerah malah sudah menerima gaji sejak kompetisi selesai. Mereka telah menerima haknya meski baru setengah. Sedangkan untuk pemain lokal, baru menerima gaji setengah, Senin (6/10). Tepatnya, setelah dia menerima dana pinjaman. 

Sementara, selama persiapan klub dilakukan, manajemen telah memiliki banyak hutang. ”Cari dana baru September, padahal persiapan kami sejak Januari. Jadi dana yang cair itu untuk membayar hutang saja kurang,’’ bebernya.

Tahun ini, PSSI menerima dana sekitar Rp 500 juta yang sebagian besar untuk Persikaba. Hanya, pengeluaran yang sudah dilakukan manajemen sudah lebih dari itu. Tepatnya sejak persiapan Persikaba dilakukan. 

Untuk biaya tanding saja, lanjut Agung setiap pertandingan minimal menghabiskan dana Rp 20 juta.  mulai dari uang transport, penginapan, makan dan lainnya. Padahal, selama kompetisi, Persikaba tercatat 11 kali tanding. 

Selain itu, juga untuk membiayai kompetisi dan persiapan Persikaba Junior yang turun di piala Suratin. ”Kami banyak tekornya. Jadi, saya minta pemain untuk bersabar dulu,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, pemain memang ada yang mengeluh soal belum diterimanya hak mereka. Selama ini, pada pertandingan di luar kota, biasanya mereka diberi pinjaman. Untuk laga di kandang, malah mereka terkadang tak menerima pinjaman. Hal itu dilakukan manajemen karena dana dari APBD belum cair.  (Akrom Hazami )

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →