Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Karimunjawa Kembali Nikmati Listrik



Reporter:    /  @ 01:46:50  /  14 Oktober 2014

    Print       Email

JEPARA – Trafo di pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Karimunjawa, telah bisa dioperasionalkan kembali. Sebab, trafo itu diperbaiki selama tiga hari, agar warga di Karimunjawa bisa menikmati aliran listrik.

Manajer PLTD Karumunjawa Nur Sholeh mengatakan, kerusakan trafo sempat mengganggu aktivitas warga setempat. Rusaknya trafo itu, diakibatkan karena mengalami overload. Menurutnya, aktivitas penggunaan listrik di Kepulauan Karimunjawa dari waktu ke waktu terus mengalami perkembangan pesat. Sehingga, berimbas pada penggunaan listrik yang meningkat pula.

”Alhamdulillah, sudah diperbaiki dan normal lagi. Sejak semalam, listrik sudah nyala seperti biasanya,” kata Sholeh saat dihubungi Koran Muria, Senin (13/10).

Menurutnya, kerusakan di trafo adalah hal biasa juga mengalami overload. Karena, kebutuhan listrik terus meningkat, sehingga tidak mampu menahan daya. Trafo yang overload tersebut, menyebabkan korsleting listrik di beberapa bagian. 

”Selama ini, memang mayoritas warga dan pengusaha di Karimunjawa masih mengandalkan pasokan listrik dari PLTD. Padahal, kapasitasnya sangat terbatas. Kami minta kepada pemerintah, untuk mengatasi masalah listrik ini,” jelasnya. 

Sementara itu, karena trafo di PLTD Karimunjawa bermasalah, banyak turis asing dan domestik yang mengeluh tidak bisa tidur nyenyak. Sebab, air condentioner (AC) di hotel maupun homestay yang mereka inapi tidak menyala. 

Tidak hanya para pengunjung Karimunjawa yang merasa dirugikan. Kampus Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip), juga merasakan dampaknya. Sejumlah mahasiswa yang melakukan penelitian terumbu karang di laut Karimunjawa, mengaku lampu kurang terang, karena daya pasokannya tidak maksimal.

Diketahui, listrik di Kepulauan Karimunjawa menyala hanya delapan jam per hari. Pasokan listrik berasal dari PLTD. Namun, pemkab Jepara hanya mampu memberi bantuan dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembelian solar. Padahal, kebutuhannya mencapai Rp 6 miliar. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →