Loading...
You are here:  Home  >  Seni & Budaya  >  Artikel ini

PI ADK untuk Tambahan PAD



Reporter:    /  @ 01:35:44  /  14 Oktober 2014

    Print       Email

BLORA – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora Setyo Edy mengatakan pihaknya sangat berharap banyak, ada partisipasi interes (PI), dari pengelolaan Lapangan Alas Dara Kemuning (ADK) yang ada di wilayah Blora. Bahkan, pemkab juga berharap, jika nantinya pengelolaan ADK tersebut diberikan Blora melalui badan usaha milik daerah (BUMD). Sehingga, akan bisa menambahkan pendapatan asli daerah (PAD). 

”Harapannya seperti itu. Makanya, kami terus mendesak pusat untuk itu,” kata Setyo, kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Tim Transparansi Pendapatan dari Sektor Migas Seno Margo Utomo menambahkan, timnya akan mendorong dan mengawal PI, agar benar-benar jatuh ke Blora. Selain itu, sebagai daerah penghasil, Blora juga akan menerima dana bagi hasil (DBH). Oleh karenanya, dia beharap eksplorasi nanti, akan menemukan cadangan migas yang banyak dan bisa diproduksi. 

”Mungkin ini jawaban langit (Tuhan), atas perjuangan kita selama ini. Blora mungkin tidak bisa mendapat DBH dari Blok Cepu, tapi diberi DBH dari Lapangan ADK. Harapannya itu segera terwujud,” jelasnya.

Menurut mantan anggota DPRD Blora periode 2009-2014 itu, pemkab sebelumnya hanya menerima PI di Lapangan Blok Cepu. Dengan adanya pengelolaan dari Lapangan ADK, maka Blora punya harapan baru untuk menerima hal serupa. ”Lapangan ini, sebelumnya masuk di lapangan migas Blok Cepu yang ada di wilayah Blora,” terang Seno.

Terpisah, Admin and Finance Manager Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) ADK Doddi Jatnika menyatakan, Lapangan ADK sudah keluar dari lapangan Blok Cepu, karena sudah di-relinquish (dikembalikan ke Negara). Karena sudah di-relinquish tersebut, maka Lapangan ADK menjadi hak pemerintah untuk mengelola. Oleh pemerintah, lapangan itu diserahkan ke PT PEPC, dan selanjutnya diserahkan ke PEPC ADK sebagai perusahaan baru yang dibentuk Pertamina. 

”Maka, PEPC ADK inilah yang kemudian mengelolanya. Karena lepas dari Lapangan Blok Cepu, maka lapangan itu mandiri. Sehingga, semua kegiatan dan pendanaan tidak terkait dengan Blok Cepu lagi,” terang Doddi.

Doddi menambahkan, karena sudah terpisah dan mandiri, terkait dengan PI, sebagai daerah penghasil, jika nanti dalam eksplorasi menemukan minyak dan produksi, maka Blora akan ditawari PI sebesar 10 persen. Pernyataan mendapatkan PI tersebut, sudah diatur di dalam production sharing contract (PSC). ”Kami sebagai operator, akan menawarkan PI sebesar 10 persen pada Blora,” ujarnya.

Hanya saja, sampai saat ini, Doddi belum bisa menyebutkan PI sebesar 10 persen tersebut, kira-kira berapa nilainya. Sebab, hal itu masih menunggu berapa besar dana yang akan digunakan untuk eksplorasi dan produksi migas di Lapangan ADK. Dana tersebut bisa diketahui, setelah ada persetujuan plant of development (PoD) dari pemerintah. 

”Kami baru menjadwalkan pengusulan sampai disetujuinya PoD, pada April-Juni 2015 nanti. Kalau belum disetujui, belum diketahui berapa dananya, termasuk PI berada,” terangnya. (Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →