Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Warga Klampok Butuh Bantuan Air Bersih



Reporter:    /  @ 01:31:06  /  14 Oktober 2014

    Print       Email

Seorang warga Dusun Klampok, Desa Gundih, Kecamatan Geyer, membuat sumur di bantaran sungai yang telah mengering, kemarin. Lima bulan dilanda krisis air bersih, hingga kini warga Klampok belum mendapatkan bantuan air. (KOMA / Nurokhim)

GROBOGAN – Kekeringan dan krisis air bersih melanda Dusun Klampok, Desa Gundih, Kecamatan Geyer, sejak lima bulan terakhir. Meski sejak musim kemarau warga kesulitan mendapat air bersih untuk keperluan minum, namun hingga kini belum pernah mendapat bantuan air dari pemkab maupun instansi lainnya.

Tiga mata air yang selama ini mejadi sumber air bersih bagi warga setempat, kini airnya tidak layak konsmsi karena telah menyusut, keruh, dan asin. Sehingga sebagian besar warga terpaksa membuat sumur di sekitar bantaran sungai yang telah kering kerontang.

Salah seorang warga setempat Supriyadi (45) mengatakan, ia dan beberapa warga lainnya sengaja menggali bantaran sungai untuk mendapatkan air. Sebab, sumber mata air yang selama ini menjadi sumber mata air utama warga kini airnya keruh dan asin.

”Sejak lima bulan terakhir warga setempat belum mendapatkan bantuan air bersih. Warga juga tidak bisa memanfaatkan air dari sumber air untuk memasak lantaran airnya asin. Sehingga air tersebut hanya bisa digunakan untuk mandi dan mencuci,” katanya.

Ia berharap, pemkab segera memberikan bantuan air bersih kepada warga setempat. Pasalnya, jika air sumur sudah tidak mengeluarkan air atau habis maka warga setempat harus rela mengambil air di Kecamatan Gundih yang jaraknya sekitar lima kilometer.

Berdasarkan  data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  kekeringan melanda 175 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Yakni Kecamatan Gabus, Kradenan, Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, Pulokulon, Purwodadi, Grobogan, Brati, Toroh, Geyer, Penawangan, Karangrayung, Tanggungharjo, dan Kedungjati.

Sedangkan empat  kecamatan yang aman dari ancaman keketingan yakni, Kecamatan Tergowanu, Klambu, Gubug, dan Godong. Kondsi  kekeringan paling parah di sejumlah desa di Kecamatan Gabus, Kradenan, Ngaringan, dan Pulokulon. 

Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono meminta seluruh desa yang membutuhkan air bersih, segera mengajukan bantuan ke pemkab, supaya petugas dapat segera melakukan pengecekan dan pendataan warga sehingga kekeringan dapat segera teratasi.

Ia berharap kepada pemerintah setempat agar memberikan bantuan air bersih kepada warga setempat. Pasalnya, jika air bis sumur sudah tidak mengeluarkan air atau habis maka warga setempat harus rela mengambil air di Kecamatan Gundih yang jaraknya sekitar lima kilometer. (Nurokhim/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →