Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Lebih Memilih Satpol PP



Reporter:    /  @ 01:25:25  /  14 Oktober 2014

    Print       Email

Wacana pemerintah untuk mengalih fungsikan Hansip desa menjadi Satpol PP, ternyata mendapat sambutan baik dari Hansip desa. Mereka lebih memilih Satpol PP yang mempunyai job decription secara jelas.

Pendapat itulah yang disampaikan Imam Fatoni, Hansip Desa Krandon Kecamatan Kota, Kudus. Menurutnya, menjadi Hansip saat ini tidak bisa menjamin ekonomi seseorang. Hansip desa hanya diperlukan ketika ada even tertentu saja. Jika tidak ada even Hansip tidak diperlukan lagi.

Ia mengatakan, dengan diubahnya menjadi Satpol PP, itu artinya akan dibutuhkan secara terus-menerus. Jadi tidak pernah menganggur seperti kondisi Hansip saat ini.

”Saya sangat senang jika harus dipindahkan menjadi Satpol PP. Kegiatan selalu ada dan tidak pernah menganggur seperti saat ini,” ujarnya pada Koran Muria.

Fatoni yang sudah menjadi Hansip desa selama 10 tahun ini mengaku, selama ini tidak ada perhatian khusus dari pemerintah desa mengenai nasib Hansip. Dari segi pendapatan sendiri, gaji Hansip tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Untuk mensiasati hal tersebut, ayah dua anak ini harus mencari pekerjaan lain dalam upayanya mencari tambahan penghasilan, demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Setiap hari keluarganya membutuhkan minimal pengeluaran untuk makan dan kebutuhan penting lainnya sebesar Rp 50.000. Jadi tidak cukup, jika hanya mengandalkan uang dari porfesi sebagai Hansip.

Sehingga, jika sedang tidak ada tugas sebagai Hansip, setiap harinya Fatoni menjadi pedagang keliling alat-alat pertanian. Alat yang dijual antara lain celurit, cangkul dan sebagainya. Dia harus berkeliling hingga keluar kota, untuk menjajakan dagangannya. Namun, itu tetap dijalankan mengingat tidak adanya pekerjaan lain yang dijalani.

Selama ini dia mengaku, waktunya lebih banyak bekerja di luar kota untuk berdagang, dari pada menjadi Hansip di desanya. Tidak adanya even tertentu yang membutuhkan tenaganya, membuat dia lebih memilih ke luar kota.

Alasan dia lebih memilih Satpol PP, selain pendapatannya juga karena job desk-nya jelas dibanding Hansip. Dia juga menginginkan untuk dapat memberantas kemaksiatan yang sudah merajai Kudus, yang membuat masyarakat mengeluh.

”Jika memang benar-benar dialih fungsikam menjadi Satpol PP, ini merupakan wujud kontribusi nyata saya, untuk memberantas kemaksiatan yang sudah merajalela di Kudus,” pungkasnya. (Titis Ayu)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →