Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Tabung Elpiji 3 Kg Baru Bersegel Ganda



Reporter:    /  @ 02:45:25  /  13 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Tabung elpiji jenis 3 kilogram yang baru memiliki segel ganda. Segel tersebut menjadi tambahan pada tabung baru yang berfungsi sebagai penutup segel lama. Dalam segel tersebut terdapat tulisan nama agen penjualnya.

”Tabung elpiji jenis 3 kilogram memiliki penutup tambahan. Jika sebelumnya hanya satu penutup dari plastik saja, kini terdapat tambahan lagi dengan pembungkus tutup plastik berwarna hijau. Dalam plastik tersebut, terteta tulisan nama agen yang menjualnya,” kata Kabid Perdagangan dalam dalam Dinas Dagsar Negeri Sofyan Dhuhri kepada Koran Muria.

Menurutnya, dengan adanya penambahan segel pada tabung 3 kilogram, konsumen dapat mengetahui dari agen mana tabung tersebut berasal. Sehingga jika nantinya terdapat ketidakberesan, nama agen yang tertera dalam plastik tutup elpiji tersebut dapat ditindak.

Sofyan mengatakan, kebijakan menambah pengaman dalam tabung 3 kilogram baru terjadi dalam sepekan. Dan kebijakan tersebut dibuat Pertamina, bukan dari pemkab. Penambahan segel juga bertujuan mengetahui jumlah produksi yang didistribusikan dari pihak agen.

”Sepekan lalu sudah ada, sekarang saja kalau mau mengecek sudah terdapat di pasaran. Dan untuk Kudus, mendapat warna hijau yang tertera nama agen. Sedangkan di Kudus terdapat delapan agen, jadi terdapat delapan nama dalam segel baru itu,” ujarnya.

Menurut dia, meski merupakan kebijakan yang tergolong baru, namun penerapan segel belum sepenuhnya sukses terlaksanakan. Sebab beberapa hari lalu, mesin pencetak segel tambahan itu macet, akibatnya banyak tabung yang seharusnya dilengkapi dengan segel tambahan terpaksa tidak ada.

Sofyan menambahkan, ketika mesin macet pihak agen menghubungi Pertamina untuk meminta kejelasannya apakah menunggu sampai mesin diperbaiki, ataukah tetap mendistribusikan tanpa penutup tambahan. Dan kejelasan dari Pertamina tetap diminta mendistribusikannya.

”Kami mendapatkan kabar, ketika macet tetap didistribusikan, dengan alasan kebutuhan warga elpiji 3 kilogram sangat besar. Sehingga jika sehari saja tidak dilakukan pendistribusian, akibatnya elpiji menjadi langka,” katanya. (Faisol Hadi / Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →