Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Jangan Mepet Tetapkan UMK



Reporter:    /  @ 02:42:01  /  13 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus diminta tidak terlalu mepet dalam menetapkan usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2015 mendatang. Pasalnya, penetapan di tingkat provinsi atau gubernur, dilakukan pada 20 November mendatang.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kudus Wiyono mengatakan, batas waktu bagi gubernur untuk menetapkan UMK di seluruh daerah yang merupakan wilayahnya, adalah 40 hari sebelum tanggal 1 Januari 2015 mendatang.

”Itu artinya kalau ditarik mundur hitungannya, jatuh pada tanggal 20 November 2014 nanti. Itu sudah batas waktu maksimal bagi gubernur untuk mengumumkan berapa nilai UMK di masing-masing daerah,” jelasnya, kemarin.

Untuk itulah, Wiyono mengharapkan supaya penetapan usulan UMK 2015 untuk Kabupaten Kudus, tidaklah terlalu mepet. Memang saat ini masih ada waktu untuk pembahasan lebih lanjut, antara pihak-pihak terkait. ”Memang masih ada waktu. Misalnya nanti pada awal November baru diputuskan juga tidak apa-apa. Tapi kan, diharapkan jangan mepet-mepet,” tuturnya.

Beberapa daerah di Jawa Tengah, menurut Wiyono, sampai saat ini juga belum clear persoalan UMK-nya. Sehingga belum semua daerah di Jawa Tengah menyetorkan angka UMK 2015 sebagaimana yang disepakati.

SPSI sendiri, dikatakan Wiyono, tetap bertahan pada usulan angka Rp 1,5 juta per bulannya. Hingga saat ini, angka tersebut tidak bisa diotak-otik lagi. ”Karena ini sudah merupakan hasil dari rapat pleno. Kita usulkan angka segitu, yang harus kita pertahankan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pengumuman mengenai besaran UMK Kabupaten Kudus 2015, belum bisa dilakukan hingga saat ini. Rapat-rapat yang digelar di Dewan Pengupahan Kudus, juga belum membuahkan hasil. Apalagi, terdapat perbedaan usulan antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan SPSI mengenai besaran UMK tersebut.

Untuk SPSI masih bertahan dengan angka Rp 1,5 juta per bulan. Sedangkan Apindo mengusulkan angka Rp 1,3 juta per bulan. Pertemuan yang difasilitasi bupati Kudus, juga belum bisa menghasilkan kesepakatan, berapa jumlah UMK yang akan ditetapkan untuk Kudus.

Bupati Kudus H Musthofa sendiri beberapa kali mengatakan, pihaknya mendukung adanya kenaikan dari UMK Kudus 2015 nanti. Namun yang lebih penting lagi, dengan naiknya nilai UMK, jangan sampai menghilangkan investor yang tertarik untuk datang di Kudus. Atau kenaikan itu, jangan sampai justru malah membuat investor lari.

”Saya mendukung kenaikan UMK. Namun yang jelas, jangan sampai dengan naiknya UMK akan membuat investor hilang atau tidak mau bergabung lagi. Soalnya, jika investor hilang, maka akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi,” kata Musthofa. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →