Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Terminal Sleko Pati Makin Sepi



Reporter:    /  @ 02:28:30  /  13 Oktober 2014

    Print       Email

PATI – Kondisi Terminal Kembangjoyo Pati (Terminal Sleko) sejak beberapa tahun terakhir, semakin sepi dan mulai ditinggalkan. Banyak warga yang memilih menggunakan kendaraan pribadi, ketimbang angkutan umum.

Sehingga dari waktu ke waktu, terminal itu semakin lengang. Akibatnya, pihak-pihak yang menggantungkan hidup dari keberdaan terminal itu, juga semakin sulit mendapat rezeki. 

Mereka yakni sopir bus dan angkot, ataupun pedagang terminal. Tak hanya mereka, pemerintah juga kena imbas. Karena pendapatan dari sektor retribusi tak pernah memenuhi target.

Ardi (44), salah satu sopir bus menyatakan, sepinya penumpang membuat dia harus cukup lama ngetem untuk bisa memberangkatkan busnya. Hal ini juga berakibat dengan banyaknya waktu yang terbuang sia-sia. Akibat lainnya, banyak penumpang yang protes, karena bus tak segera berangkat, sementara mereka sudah menunggu lama.

”Saya beberapa hari yang lalu sempat beradu mulut dengan penumpang. Ini hal yang biasa, karena penumpang menginginkan cepat, namun kami juga harus kejar setoran agar tidak rugi,” ujarnya.

Ditemui terpisah seorang pelajar Dewi (16) menuturkan, cukup kesal dengan kondisi itu. Karena menurut dia, sudah hampir satu jam ia berada di dalam bus jurusan Sukolilo, namun juga belum diberangkatkan. Kondisi itu menurut dia terjadi hampir setiap hari.

”Setiap hari juga seperti ini, saya jengkel sebenarnya namun mau gimana lagi, karena ini kendaraan umum satunya-satunya ke desa saya. Jadi saya harus menunggu seperti ini,” tutur Dewi.

Selain itu, akibat sepinya penumpang yang masuk ke Terminal Kembangjoyo, juga berdampak buruk bagi pedagang. Banyak kios yang akhirnya ditutup pemiliknya, karena tak ada pembeli yang datang.

Dari pantauan Koran Muria, dari jajaran ruko yang ada di terminal itu, setidaknya tujuh kiso sudah tidak dipergunakan. Meski demikian, ada beberapa pedagang yang tetap bertahan, walaupun jumlah pembeli yang datang sangat sepi.

Minah (39), pedagang nasi gandul di komplkes terminal mengatakan, terminal akan ramai pada musim mudik dan balik saja. ”Kondisi seperti ini jelas merugikan kami para pedagang,” paparnya. (Wahyu Kristianto / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →