Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Blora Butuh Perbup untuk Sahkan Kayu Hutan



Reporter:    /  @ 02:15:24  /  13 Oktober 2014

    Print       Email

BLORA – Sebagian wilayah Blora dikelilingi kawasan hutan jati. Bahkan, kayu-kayu jati itu mampu menyumbang kontribusi besar bagi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Blora.

Saat ini, kewenangan pengesahan kayu hutan menjadi ranah Dinas Kehutanan Blora. Sebelumnya, kewenangan itu menjadi hak sepenuhnya dari Perum Perhutani. Bahkan, dengan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 42 Tahun 2014 tentang Penataan Hasil Hutan Kayu yang Berasal dari Hutan Tanaman Hutan Produksi, Dinas Kehutanan dan Perum Perhutani berupaya mematangkan regulasi tersebut. Salah satunya dengan meminta ada payung hukum di bawahnya, berupa peraturan bupati (perbup).

”Langkah tersebut dilakukan, agar tercipta sinergi antara Dinas Kehutanan bersama Perhutani. Sehingga, terwujud Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH),” kata Kepala Dinas Kehutanan Blora Sutikno Slamet, kemarin.

Sutikno Slamet menambahkan, perbup tersebut akan menjadi jembatan di dalam pengesahan kayu hasil hutan dan penerbitan Laporan Produksi Kayu Hasil Pemanenan (LP-KHP). Karena, untuk membuat LP-KHP harus ada petugas khusus yang ditunjuk dan bersertifikasi. Petugas ini disebut pengawas dan tenaga teknis. ”Sementara di Blora, baru mempunya tiga orang tenaga teknis yang ditunjuk Dinas Kehutanan Jateng,” ujarnya.

Lebih lanjut Sutikno menjelaskan, jajarannya akan memaksimalkan peran kepala desa yang wilayahnya terdapat kawasan hutan jati. Hanya saja, dokumen yang disahkan kepala desa adalah kayu dari hutan rakyat. 

”Dari 295 desa/kelurahan di Blora, baru ada 85 kepala desa yang sudah punya sertifikat sebagai pengesah dokumen kayu dari hutan rakyat. Sedangkan yang lain, masih dalam proses,” terangnya. 

Selain butuh ada payung hukum berupa perbup, lanjut pelaksana tugas (Plt) Sekda Blora itu, potensi kayu jati Blora juga perlu dimaksimalkan. Sehingga, hasilnya bisa berdampak langsung bagi masyarakat Blora. ”Selama ini, Blora dikenal sebagai penghasil kayu jati terbaik di dunia,” tandas Sutikno. (Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →