Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

2 Kecamatan Terancam Tidak Teraliri PDAM



Reporter:    /  @ 02:06:48  /  13 Oktober 2014

    Print       Email

GROBOGAN – Kecamatan Toroh dan Karangrayung terancam tidak dapat menikmati aliran air PDAM hingga satu-dua tahun ke depan. Pasalnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Grobogan menolak pengajuan dana untuk pembangunan jaringan baru PDAM senilai Rp 6 miliar tahun 2015 untuk dua kecamatan tersebut. 

Menurut Wakil Ketua TAPD Grobogan Sumarsono, PDAM Grobogan menjadi salah satu penerima program Perpres Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Jaringan Baru. Bahkan pihaknya telah mengajukan penyertaan modal dengan total dana yang dibutuhkan sebesar Rp 64 miliar. TAPD hanya menyetujui penyertaan modal senilai Rp 7,08 miliar bagi Bank Kredit Kecamatan (BKK), Bank Jateng, dan Bank Purwa Artha.

”Sesuai ketentuannya, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan Rp 50 miliar dan penyertaan modal dari Pemkab Rp 6 miliar. Kekurangannya, PDAM akan mencari pinjaman di bank pemerintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, alasan penolakan tersebut yaitu dana penyertaan modal untuk program pemasangan instalasi air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun 2013 belum dikembalikan secara utuh. Dari total dana penyertaan senilai Rp 5 miliar, baru dikembalikan Rp 1,5 miliar oleh kementerian.

”Alasan lainnya yaitu, terkait proposal yang diajukan oleh PDAM tidak ada kajian detail tentang investasi tersebut. Salah satunya meliputi debt service coverage ratio (DSCR), atau terkait kemampuan BUMD dalam mengembalian pinjaman, sehingga ada perkiraan waktu kapan uang bisa lunas,” terangnya.

Ia mengatakan, pada tahun lalu pihaknya juga mengajukan penyertaan modal. Tapi setelah disetujui, ternyata BUMD kesulitan mengembalikan. Bahkan bunga pinjaman mencapai tiga kali lipat dari pokok pinjaman. Untuk itu, pihaknya perlu mempertimbangkan detail untuk penyertaan modal. 

”Arahan dari Kementerian Dalam Negeri, jika masa jabatan bupati hampir habis maka pemerintah selanjutnya terbebani pinjaman yang belum dilunasi. Kami tidak mau seperti itu lagi,” katanya.

Sementara itu, Direktur PDAM Grobogan Ady Setiawan menyayangkan program tersebut tidak diambil. Pasalnya, wilayah Toroh dan Karangrayung belum terlayani aliran PDAM karena tida ada jaringannya. 

”Bahkan warga Karangrayung justru dilayani PDAM Kabupaten Boyolali. Kami akan mencoba mengajukan lagi di anggaran perubahan,” imbuhnya. (Nurokhim/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →