Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Pemprov Siapkan Konsinyasi



Reporter:    /  @ 01:58:16  /  13 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah menyiapkan langkah konsinyasi, jika proses pembebasan lahan untuk Tol Semarang-Solo (SS) ruas Bawen-Solo, belum selesai hingga akhir 2014. Dengan langkah itu, pemerintah akan membawa proses pembebasan ke ranah hukum, dan pembayaran ganti rugi dititipkan pengadilan.

”Proses pembebasan tanah yang terkena proyek Tol Bawen-Solo harus selesai akhir tahun ini. Jika belum, akan dilakukan konsinyasi melalui pengadilan,” kata Plt Sekda Jateng Sri Puryono, dikutip Antara.

Ia menjelaskan, progres pembebasan tanah yang terkena proyek pembangunan jalan tol Bawen-Solo, di tiap kabupaten/kota berfariasi. Di Kabupaten Semarang prosesnya baru berjalan 13 persen, di Kota Salatiga mencapai 76 pesen, dan di Boyolali baru 23 persen.

Menurut dia, proses pembebasan laha di masing-masing kabupaten itu harus mencapai 75 persen. Sehingga pengerjaan fisik jalan tol Bawen-Solo dapat dimulai awal 2015.

”Ketiga wilayah tersebut akan dipercepat pembebasan tanahnya dan kami akan memanggil pihak terkait untuk membahas percepatan itu,” ujarnya.

Sri mengungkapkan, lamanya proses pembebasan tanah Jalan Tol Bawen-Solo karena terkendala masalah harga ganti rugi. Belum ada titik temu antara harga yang ditetapkan pemerintah, dengan harga yang diminta warga.

”Kami terus berupaya melakukan pendekatan, agar warga sepakat dengan harga ganti rugi yang ditawarkan. Sehingga proses pembebasan tanah dapat cepat selesai,” terangnya.

Anggota DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso meminta, Panitia Pembebasan Tanah (P2T) mempercepat penyelesaian proses pembebasan lahan tol. Karena jika lahan tak kunjung terpenuhi, maka target pengerjaan fisik terancam molor.

”Implementasi fisik jalan tol Bawen-Solo sepertinya akan molor lagi. Karena pembebasan tanah belum selesai, sehingga perlu dipercepat,” ujar politikus PKS itu.

Proyek Tol Bawen-Solo dengan panjang 49,81 km, memerlukan lahan sekitar 350 hektare, yang berada di 47 desa dan 34 kecamatan. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →