Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Kripik Bakau, Renyahnya Kesederhanaan



Reporter:    /  @ 01:40:10  /  13 Oktober 2014

    Print       Email

Selain terkenal dengan keindahan alam pesisir, Kampung Bedono menawarkan beragam eksotika yang memukau setiap pengunjung yang datang ke sana. Disuguhi dengan indahnya pesona pantai, udara sejuk menyeruap saat menyusuri jalan setapak menuju kampong kecil di ujung Sayung Demak. Layaknya perjalanan menuju pulau pribadi.

Banyak pelancong mengatakan perjalanan menuju Bedono, merupakan petualangan untuk menemukan harta karun tersembunyi, dalam kearifan lokal desa juragan tambak. Jalan menuju ke sana dapat ditempuh menggunakan sepeda motor. Namun, jika tidak ingin melewatkan pemandangan indah sepanjang perjalanan, tak ada salahnya jika memilih jalan kaki dan mengabadikan nuansa alam  di sekitar Bedono.

Di sepanjang perjalanan, terlihat beberapa warga menawarkan beberapa makanan kecil dan minuman ringan. Ada satu makanan ringan yang hanya bisa ditemukan di Bedono, yaitu Kripik Bakau.  Terdengar aneh memang, daun bakau yang sejatinya digunakan sebagai penangkal abrasi pantai, diolah menjadi kudapan renyah.

Rimawati adalah salah satu penjual makanan ringan di sana mengatakan, sudah beberapa tahun terakhir mengolah daun bakau menjadi kripik.  ”Bakau juga digunakan sebagai tempat berlindung ikan-ikan. Kami mencoba mengambil manfaat lain dari daun bakau, yaitu dijadikan camilan,” terangnya kepada Koran Muria.

Rasa kripik bakau, tak jauh berbeda dengan kripik lainnya. Akan terasa sedikit ”sepet” dikunyahan terakhir. Namun ini tak mengurangi kegemaran warga Bedono mengkonsunsi kripik yang satu ini.

Dia mengatakan, tak berbeda dengan pembuatan kripik bayam, bahan dan bumbu yang digunakan juga sangat sederhana. Selain bawang merah, bawang putih, dan tepung, kripik bakau juga dilengkapai dengan irisan daun jeruk nipis. Warga Bedono menyebut kripik bakau, sebagai penganan renyah dalam kesederhanaan.

Saat ditanya mengenai kandungan yang ada dalam kripik bakau, ia tak mengetahui dengan pasti. ”Beberapa waktu lalu ada Dokter dari Insitut Pertanian Bogor (IPB), mencoba kripik bakau, tidak apa-apa, masih sehat,” ujar Rimawati sambil tersenyum.

Dia menambahkan, mahasiswa IPB sudah sering melakukan penelitian di Kampung Bedono, termasuk menyoroti kandungan kripik Bakau. Bahkan, lanjut Rimawati, mereka sering membawa kripik bakau sebagai oleh-oleh.

Mengingat akar bakau yang menyerap banyak mineral dan racun berbahaya bagi habitat laut, ada baiknya tak terlalu banyak mengkonsunsi kripik ini, terlebih belum ada penelitian terhadap kandungan daun bakau bagi tubuh manusia. Namun, jika singgah di kampung Bedono tak ada salahnya, mencicipi kripik tersebut. (Lina Budiyanti/ Titis Ayu)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →