Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Menggugah Kembali Semangat Pemuda Indonesia



Reporter:    /  @ 01:38:56  /  13 Oktober 2014

    Print       Email

Oleh: Ahmad Sabit, Mahasiswa Jurusan Tarbiyah Prodi PAI STAIN Kudus

Pemuda merupakan salah satu komponen bangsa yang mempunyai peran sebagai penggerak perubahan (agen perubahan) karena pada dasarnya pemuda akan selalu aktif, kreatif, inovatif, enerjik, semangat, berani, dan pantang menyerah, serta senantiasa mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi pada sesuatu yang belum diketahui. Karena memang itulah sifat dasar seorang pemuda. 

 

Maka dari itulah pemuda sangat diharapkan sumbangsihnya pada negara yang tercinta ini. Dari pemuda juga nantinya akan lahir pemimpin-pemimpin besar negara, maka sudah sepantasnya pemuda harus diberi ruang gerak yang luas agar dapat berkreasi menempa diri untuk mempersiapkan estafet kepemimpinan bangsa pada saatnya nanti, tentu dengan kontrol dan bimbingan dari kaum tua yang koncern dengan kemajuan bangsa ke depan. Paling tidak ada beberapa faktor yang menjadi kendala bagi berkembangnya kemampuan pemuda, yaitu faktor internal (dari diri pemuda itu sendiri) dan faktor eksternal (dari luar diri pemuda). 

Faktor internal penyebab sulitnya pemuda untuk berkembang, di antaranya 1) tingkat pendidikan yang masih rendah, 2) rendahnya kesadaran dan kemauan untuk maju dan cenderung menerima nasib tanpa berbuat apa-apa, 3) apatis dengan masalah-masalah yang timbul di lingkungan sekitar. 4) Kurangnya rasa percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Tingkat pendidikan merupakan faktor dominan untuk keberhasilan atau berkembangnya kemampuan pemuda, di samping dengan adanya kesadaran dan kemauan yang tinggi untuk maju, dengan melakukan berbagai macam upaya sebagai wujud ikhtiyar untuk mengubah nasib dengan selalu menyandarkan diri pada Allah SWT. 

Sikap cuek dan apatis pada permasalahan-permasalahan yang ada yang timbul di lingkungan sekitar menjadikan kurang pekanya hati pemuda dengan permasalahan tersebut karena sebagian pemuda menganggap bahwa berbagai permasalahan tersebut bukan masalah mereka, dan rata-rata pemuda sekarang ini mempunyai tingkat kepercayaan diri yang rendah, hal ini tentu bertolak belakang dengan sifat dasar pemuda yang selalu berani dalam hal apapun.

Di samping faktor internal di atas juga adanya faktor ekternal sebagai penghambat berkembangnya pemuda, di antaranya 1) tidak adanya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri. Sebagian besar kaum tua masih menganggap bahwa pemuda adalah anak-anak yang belum pantas diberi tanggung jawab sebagaimana kaum tua, 2) minimnya wadah untuk berkreasi dan berinovasi. Maksudnya kurangnya sarana dan prasarana sebagai tempat untuk memacu kemampuan diri, khususnya di lingkungan pedesaan. Pemuda seharusnya sudah siap untuk ditempatkan di berbagai bidang, sebagaimana falsafah Jawa dari Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. 

Artinya manakala pemuda dibutuhkan menjadi pelopor atau penggerak di depan, harus dapat memberikan contoh yang baik. Pemuda juga harus dapat berkontribusi positif sebagai jembatan antara pemimpin dan yang dipimpin. Pemuda harus dapat menjadi pendorong bagi pemimpin untuk selalu melaksanakan program-program yang positif untuk masyarakat.

Seharusnya pemuda belajar pada sejarah berdirinya negara ini, dahulu pemuda merupakan motor penggerak perjuangan melawan penjajah. Terdapat beberapa peristiwa dengan pemuda sebagai aktornya. Pertama, peristiwa sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi pemuda, karena dari peristiwa tersebut dapat menyatukan pemuda dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda-beda dengan semangat yang sama, yaitu menuju gerbang kemerdekaan Indonesia. Kedua, peristiwa penculikan Bung Karno dan Bung Hatta di bulan Agustus 1945 yang dilakukan oleh pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok, salah satu daerah kecil di Provinsi Banten sekarang ini. Penculikan bermaksud agar Bung Karno dan Bung Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, karena sudah terdengar kabar bahwa Jepang telah menyerah setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Sekutu. Dengan desakan pemuda, akhirnya Bung Karno dan Bung Hatta bersedia memproklamasikan kemerdekaan atas nama bangsa Indonesia di lapangan Maeda Jakarta. Ketiga,peristiwa pelengseran Presiden Soeharto oleh mahasiswa pada Mei 1998. Tentu masih banyak lagi sejarah perjuangan pemuda Indonesia, selain dari ketiga peristiwa di atas.

Semangat seperti itulah yang seharusnya ditanamkan dan dimiliki pada pemuda saat ini, pemuda sekarang harus mempunyai karakter pantang menyerah untuk meraih sebuah cita-cita besar di masa depan nanti, dengan senantiasa berdoa pada Allah SWT. Bangkitlah dari tidur panjangmu wahai Pemuda…! (*)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →