Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Jangan Lupakan Alumni ISL



Reporter:    /  @ 01:28:12  /  13 Oktober 2014

    Print       Email

JEPARA – Manajemen Persijap diharapkan tidak melupakan pemain-pemain yang memperkuat tim di kompetisi musim ini. Para pemain senior yang membela Persijap di kancah Indonesia Super League (ISL) musim ini, tidak ada salahnya untuk kembali diperpanjang kontraknya.

Memang, berkompetisi di kasta kedua yakni Divisi Utama, tentu bukan pilihan bagi mereka. Para pemain tersebut masih ingin meneruskan karir di pentas tertinggi ISL dengan mencari klub lain. Namun, akan lebih baik jika ada pembicaraan dengan mereka terlebih dahulu.

”Kehadiran pemain senior yang musim ini berlaga di ISL, diperlukan untuk menyeimbangkan komposisi pemain Persijap di Divisi Utama nanti,” kata Yudi Suryata kepada Koran Muria, kemarin.

Menurutnya, sebagian kekuatan yang bermain di ISL musim 2014 masih layak untuk dipertahankan. Kualitas dan pengalaman pemain senior alumni ISL dibutuhkan untuk membimbing pemain junior. 

Yudi menyebut sejumlah nama pemain alumni ISL 2014, yang dinilai masih layak untuk dipertahankan dan dimasukkan dalam komposisi Persijap musim depan. Di antaranya Evaldo Silva, Ahmad Buchori, Chanif Muhajirin, dan Catur Lintang.

”Selain itu, pemain muda di U-21 Persijap juga ada beberapa yang sempat masuk dalam komposisi di ISL. Itu juga jadi keuntungan tersendiri bagi Persijap,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pemain Persijap U-21 yang belum sempat dimainkan dalam laga di kompetisi ISL, juga membutuhkan masukan dari para pemain senior. ”Kualitas dan teknik pemain U-21 sudah bagus. Tapi permainan sepak bola, apalagi di pertandingan resmi membutuhkan mental. Serta kondisi

psikisnya juga memengaruhi. Itu nanti yang bisa diberikan oleh pemain senior,” tuturnya. 

Dengan memberdayakan pemain alumni, pemain lokal dan sedikit legiun asing, tentu bisa menjadi solusi untuk Persijap. Terlebih lagi, rate gaji pemain lokal dan alumni tentunya tidak sebesar pemain-pemain yang telah memiliki kelas dan kali pertama didatangkan.  (Wahyu KZ / Sundoyo Hardi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →