Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Perencanaan Tak Matang, Dana Kurang



Reporter:    /  @ 03:22:32  /  11 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Perencanaan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Wergu Wetan Kudus dinilai tidak matang. Imbasnya, meski baru dibangun, namun gedung yang menjadi sarana pusat olahraga di Kota Kretek ini tidak bisa digunakan selama setahun.

Persoalan ini mencuat saat Komisi D DPRD Kudus menggelar inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan GOR Wergu Wetan, kemarin (10/10). GOR Wergu memang dibangun lagi, karena usia gedung sarana olahraga ini sudah terlalu tua, yakni 30 tahun. 

Awalnya lebar GOR Wergu hanya 51 meter dengan ketinggian 12 meter. Bangunan lama itu kini sudah dihancurkan total. Dan sekarang dibangun lagi gedung baru yang panjangnya 59 meter dan lebar 37,7 meter, serta ketinggiannya 15,6 meter. 

Proses pembangunan GOR Wergu baru itu, sudah dimulai sekitar sebulan lalu. Dan ditarget rampung 19 Desember tahun ini. Total anggaran yang dikucurkan dari APBD Kudus 2014 sebesar Rp 6,8 miliar. Proses pengerjaan proyek dilakukan PT Eka Risti. 

Saat di lokasi, jajaran Komisi D kaget setelah mendengar penjelasan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikpora Kudus maupun pihak pelaksana proyek. Sebab ternyata anggaran miliaran yang dikucurkan dari APBD Kudus 2014, tak cukup untuk membiayai seluruh proses pembangunan GOR Wergu baru tersebut. 

Dana Rp 6,8 miliar itu, merupakan tahap awal dan hanya cukup untuk membangun struktur, penutup atap, dan dinding gedung GOR. Sejumlah bagian yang dibangun itu pun, nantinya juga tidak dalam kondisi sudah benar-benar jadi. Sebab masih memerlukan proses finishing di berbagai bagian lainnya. ”Apa? Berarti nanti gedung baru itu masih abangan (belum finishing, red). Kok bisa. Ini perencanaannya dulu bagaimana?” tanya salah seorang anggota Komisi D DPRD Kudus Agus ”Wawan” Darmawan, kemarin.

Dari hasil sidak itu juga diketahui, perlu kucuran dana lagi sekitar Rp 4-5 miliar, agar GOR Wergu bisa dipakai. Anggaran itu akan digunakan untuk proses finishing sejumlah bagian gedung, yang sudah dibangun tahun 2014 ini. Anggaran itu juga untuk pembangunan tahap berikutnya. Mulai dari lapangan sejumlah cabang olahraga (cabor), tribun penonton, dan sarana pendukung lain sebagainya.

Persoalannya, kata Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron, dana tambahan sebesar Rp 4-5 miliar itu, tidak bisa dikucurkan dari APBD Kudus 2015. Sebab pembangunan GOR Wergu itu bukan proyek multiyears. 

”Baik APBD murni atau perubahan tahun 2015 tidak mungkin bisa. Berdasar aturan, proyek yang obyeknya sama, tidak boleh dianggarkan secara berturut-turut. Jadi paling bisa baru tahun 2016 mendatang,” jelas anggota DPRD periode 2014-2019 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang baru dilantik Agustus lalu ini.

Solusi yang paling mungkin dilakukan, menurut Mukhasiron, yakni dengan menggandeng investor swasta. Persoalannya, investor mana yang mau menalangi dulu anggaran miliaran rupiah. Sebab pembayaran dana talangan itu baru bisa dilakukan 2016.

”Kalau tidak ada investor, maka selama 2015 nanti, GOR Wergu ini mangkrak. Kita akan panggil pemkab terkait persoalan ini. Masterplan-nya seperti apa, kita ingin tahu,” sesalnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek GOR Wergu Trisno Suyanto berharap, DPRD Kudus masih mau menganggarkan lagi dana pembangunan tahap II. Sebab, keberadaan GOR Wergu ini sangat menunjang pembinaan olahraga di Kudus. ”Kami hanya melaksanakan proyek yang jauh-jauh hari sudah dirancang Bappeda Kudus ini,” papar Trisno.

Sementara itu, pelaksana proyek GOR Wergu dari PT Eka Risti, Puryadi mengatakan, saat ini perkembangan pengerjaan proyek baru mencapai 16%. Pihaknya akan mengerahkan sekitar 250 pekerja, agar  proyek rampung tepat waktu. Proses pengerjaan dilakukan mulai pagi hingga pukul 03.00 WIB. ”Jadi tiap hari kita lembur terus. Kalau soal perencanaan proyek, kita tidak tahu. Kita hanya pelaksana proyek saja,” tandasnya. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →