Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

PKL di Kudus Sulit Diatur



Reporter:    /  @ 03:07:02  /  11 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Penataan pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan sampai sekarang, masih belum sepenuhnya terselesaikan. Hal itu dikarenakan penataan PKL memang sulit diatur. Sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menjalankan program tersebut.

”Menata PKL memang tidak mudah, perlu ketekunan dan keuletan. Sebab mereka biasanya sudah lama berjualan dan merasa benar. Sehingga perlu fokus dan pelan-pelan. Tidak bisa dilakukan dengan cara yang frontal,” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Kudus Sudiharti kepada Koran Muria, Jumat (10/10).

Menurutnya, karena PKL pedagang sulit diatur, pihaknya hanya memprioritaskan pedagang untuk yang mau saja. Misalnya PKL depan RSUD Kudus yang sepakat untuk direlokasi. Selain itu, PKL di sentra kuliner Plaza Kudus bisa diatur dan ditata.

Dia menceritakan, penataan PKL Kaliputu, dialkukan mulai dari pemberian gerobak, dan penyiapan lokasi baru untuk lokasi. Namun, hingga kini program tersebut belum juga tuntas. Meski PKL di Kaliputu diizinkan untuk pindah di sentra kuliner hanya sebanyak tiga  hingga lima pedagang yang bersedia. Padahal target jumlah pedagang mencapai 16 orang.

”Kami sudah disiapkan lahan (relokasi), namun mereka tidak mau. Jangan salahkan kalau kami kalau suatau saat kami pindahkan secara paksa. Mereka sudah diberi gerobak, dicarikan tempat, masih juga membandel, ya mereka bisa rasakan nanti seperti apa,” tandas Sudiharti.

Menurut dia, ada kondisi ketika pemkab menggunakan tangan besinya untuk melaksanakan kebijakan. Seperti halnya PKL RSUD yang nanti tidak mau pindah, maka penertiban paksa akan dilakukan. Karena tempat itu menjadi target perda daerah larangan berjualan maupun membeli.

Sudiharti menambahkan, PKL Kaliputu juga akan mendapat perlakuan yang sama, jika nantinya tidak mau pindah. Selain itu, pemkab akan menanami pohon di lokasi yang selama ini ditempati PKL, meski ada larangan. ”Kami akan tetap menata PKL, karena ini demi Kudus yang bersih dan rapi,” tuturnya. (Faisol Hadi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →