Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Achsin Rois: Seleksi Pra PON Remaja Cabang Voli Pantai Jateng Terlambat



Reporter:    /  @ 02:06:21  /  11 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Pelatih Jateng Achsin Rois mengakui seleksi atlet Pra PON Remaja cabang voli pantai Jateng yang digelar mulai Jumat-Minggu (10-12/10), sangat terlambat. Ini mengingat, 24 provinsi sudah melakukan seleksi dan mendaftarkan diri ke PBVSI untuk mengikuti Pra PON di Wonogiri (15/10) mendatang.

Sementara, Jateng baru memulai seleksi dengan atlet yang berbeda daerah asal. Otomatis, pekerjaan rumah pelatih akan semakin berat. Apalagi, seleksi yang dilakukan selama tiga hari hanya menyisakan waktu satu hari sebelum berangkat ke Wonogiri.

”Kami memang terlambat, untuk itu seleksi atlet selama tiga hari ini akan kami maksimalkan,” katanya kepada Koran Muria.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada 10 pemain (putra-putri) yang akan diseleksi. Kudus dan Kabupaten Semarang berhasil menyumbang atlet paling banyak (masing-masing tiga atlet). Disusul Magelang dua atlet. Sementara, Purwodadi dan Wonogiri yang masing-masing menyumbang satu atlet.

”Rencananya, baik putra ataupun putri akan diambil masing-masing satu pasang. Meski semua berasal dari daerah yang berbeda, saya yakin mereka akan kompak. Waktu lima hari (hingga pemberangkatan) menjadi waktu yang sangat lama untuk menyatukan komunikasi,” terangnya.

Dia mengatakan, dalam proses seleksi, pihaknya akan dibantu oleh pelatih Jateng asal Kabupaten Semarang Kartono. Meski begitu, pihaknya berjanji tak akan bermain mata untuk meloloskan Kudus dan Kabupaten Semarang tanpa seleksi. Bahkan, tak menutup kemungkinan kedua kabupaten tersebut bisa tersisih jika tak mampu bersaing dengan maksimal.

”Semua pemain memiliki kemampuan yang hampir seimbang, kami saja harus kerja keras untuk menentukannya. Selain itu, kelima pemain putra dan lima putri kami ambil dari beberapa pertandingan di tingkat Jateng,” ujarnya.

Sementara, untuk materi seleksi, pihaknya tak akan menekankan pada postur tubuh saja. Kemampuan fisik, teknik, dan kemampuan koordinasi dalam bertanding juga menjadi pertimbangan penilaian.

Dia menambahkan, pemain yang ikut tidaklah semata-mata yang menjuarai Kejurprov Jateng, pekan lalu. Namun kiprahnya bermain ditingkat provinsi.

”Itu sudah ditetapkan. Bahkan itu merupakan hasil evaluasi PBVSI Jateng dari beberapa pemain terbaik,” imbuh Rois. (Faisol Hadi / Supriyadi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →