Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Pedagang di Pasar Ngabul Lama Protes Minta Relokasi Ditunda



Reporter:    /  @ 01:53:39  /  11 Oktober 2014

    Print       Email

Salah seorang pedagang mengajukan protes, dan menolak adanya relokasi pedagang di Pasar Ngabul Lama ke pasar yang baru, di Balai Desa Ngabul, kemarin. Mereka meminta, kalau tetap dilakukan relokasi diberi batas waktu tertentu. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Sebagian pedagang di Pasar Ngabul Lama mendatangi kantor Balai Desa Ngabul, meminta relokasi ditunda, Jumat (10/10). Mereka meminta kepada Dinas Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar Jepara, membahas ulang mengenai masalah pemindahan pedagang. 

Seorang pedagang es di Pasar Ngabul Lama, Tuti Alawiyah menyatakan keberatannya, jika dipindah ke pasar baru. Meskipun jaraknya dekat dari pasar lama, namun ia keberatan dengan harga kios yang ditawarkan.

”Harga kios di pasar baru itu tidak jelas, dan memberatkan kami. Bahkan, kami nilai ada permainan dari panitia pembangunan. Sebab, antara satu pedagang dengan pedagang lain, harga kiosnya beda-beda. Bahkan, untuk kios yang ada di depan sudah dikuasai kelompok tertentu,” protes Tuti.

Pedagang yang lain, Anik, warga Desa Segon Bugel, Kecamatan Mayong juga menyampaikan keberatannya. Menurutnya, pada waktu membeli kios sekitar tahun 2005 lalu, seharga Rp 52,5 juta untuk kios menghadap ke dalam.

”Kebanyakan pedagang di sini masih punya utang banyak di bank. Kalau harus bayar harga kios yang mahal, kami tidak mampu,” jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pegadang Pasar Ngabul, Sugiarto menjelaskan, total pedagang di Pasar Ngabul Lama ada 177 orang. Dari jumlah itu, hanya tiga orang yang sepakat direlokasi. Ketiganya termasuk dalam panitia pembangunan pasar baru.

”Beberapa hari lalu, beredar surat dari Satpol PP Jepara terkait dengan penertiban padagang yang ada di bahu jalan. Kita sepakat dan membantu penertiban itu. Akan tetapi, justru beredar kabar akan ada relokasi bagi pedagang seluruhnya,” terang Sugiarto.

Terpisah, Wakil Bupati Subroto mengatakan, jika pada awalnya dirinya memang memerintahkan relokasi Pasar Ngabul Lama pada hari Minggu (12/10). Hal itu dikarenakan, ada masukan dari pedagang yang bersedia dipindah.

”Kalau ada keluhan ini, berarti relokasi akan ditunda. Kami akan membicarakan masalah ini dengan pihak- pihak terkait, agar bisa dicari solusi yang adil bagi semua pihak,” ucap Subroto. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →