Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

KPH Telawa Dropping Air di 5 Desa



Reporter:    /  @ 01:35:54  /  11 Oktober 2014

    Print       Email

Tim Administratur KPH Telawa mengisi air bersih ke ember milik warga Dukuh Lengkong, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, yang mengantre untuk mendapatkan bantuan air. ( KOMA / Nurokhim)

GROBOGAN – Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Telawa menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di sejumlah desa di sekitar hutan. Sebanyak lima desa penerima bantuan air yakni Dukuh Lengkong, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung. Sedangkan untuk Kabupaten Boyolali meliputi Desa Ngaren, Kalimati, Kalitelawah, dan Sambeng Kecamatan Juwangi.

Administratur KKPH Telawa Denny Raffidin mengatakan, sebanyak 30 tangki air bersih disalurkan kepada warga yang tersebar di lima desa di kawasan hutan Kabupaten Grobogan dan Boyolali.

Menurut Denny, warga yang bermukim di sekitar hutan tidak bisa dipisahkan dari perhutani, karena mereka telah tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

”Bantuan air ini kami lakukan secara rutin, namun lokasinya berpindah-pindah disesuaikan dengan warga yang paling membutuhkan. Sebelumnya kami memperoleh informasi bahwa warga Desa Ketro sudah mengalami kesulitan air bersih. Seoga bantuan ini dapat meringankan beban warga di musim kemarau ini,” katanya.

Sementara Kepala Desa Ketro Suwarsi mengatakan, saat musim kemarau seperti sekarang, warga harus berjalan kaki ratusan meter menuju mata air di tengah hutan untuk mengambil air bersih. Bahkan, jalur menuju lokasi mata air menanjak dan terjal.

”Saya mewakili pemerintah desa dan warga Desa Kerto mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih ini. Kami berharap setiap musim kemarau, ada bantuan air bersih untuk warga. Sehingga warga tidak kesulitan mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Selain air bersih, lanjut dia, Desa Kerto juga menerima sharing produksi hutan dari KPH Telawa. Nominal sharing produksi pada tahun 2012 dan 2013 sebesar Rp 115 juta. Bantuan uang digunakan untuk pembangunan jembatan  desa dan jalan di Dukuh Lengkong dan Karangrejo. (Nurokhim/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →